• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Kucurkan Pendanaan US Juta Setahun, RSPO Buka Hubungan Erat dengan Petani Sawit

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) telah mengeluarkan dukungan pendanaan sebesar US juta secara langsung pada petani kecil di Indonesia. Pjs Kepala Program Petani RSPO Guntur Cahyo Prabowo mengatakan pihaknya membuka kemitraan lebih erat dengan petani sawit swadaya di tengah biaya sertifikasi yang semakin tidak proporsional bagi petani sawit.

“Jadi peran kami tidak sebatas aspek pelatihan tapi kami membuka pintu membangun kemitraan lebih era tantara petani dengan perusahaan. Kemitraan ini dari aspek sumber daya, teknologi dan keuangan yang sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan petani swadaya,” ujar Guntur dalam acara jumpa pers “The Smallholder Inclusion for better Livelihood & Empowerment (SMILE)” di Jakarta Pusat, Rabu (23/11/2023).

Guntur menyampaikan pertumbuhan petani sawit tersertifikasi di Indonesia telah meningkat 1.606 persen sejak 2015 dengan total jumlah petani pada 2023 sebanyak 37.248 yang mencakup sekitar 108.000 ha. Dan petani swadaya masih mendominasi pertumbuhan ini ini secara global.

“Total sertifikasi swadaya di Indonesia dibandingkan 2021 itu tumbuh 96 persen karena adanya peningkatan 51 persen jumlah petani swadaya yang menjadi anggota RSPO. Ini mewakili 20.000 petani swadaya dalam sistem dengan cakupan 49.700-an ha,” ujar dia.

Hingga saat ini, ujar Guntur, RSPO telah mengeluarkan dana hampir US juta untuk 14.000 petani sawit sejak 2013 hingga 2023 dalam projek praktek sawit keberlanjutan di Indonesia.

Guntur pun mengapresiasi program SMILE yang diinisiasi Apical, Asian Agri dan Kao agar petani swadaya ikut terlibat dalam transformasi sawit. Dalam program ini, menghasilkan 628 petani swadaya dari program bersertifikat RSPO.

“RSPO memahami keterbatasan petani swadaya selain kendala akses, sumber dayanya maka pentingya kolaborasi. Dengan meningkatknya peraturan internasional dalam industri ini tantangan petani swadaya untuk menerapkan praktek pertanian berkelanjutan pun semakin meningkat,” tuturnya.

Untuk menjawab tantangan ini, Guntur mengatakan RPSO memastikan suara petani petani baik di RSPO maupun di panggung internasional dan turut memastikan manfaat sertifikasi tetap berjalan praktek berkelanjutan.

“Penyerapan CSPO global yang berkontribusi terhadap petani swadaya Indonesia sampai 100 persen yang tergantung pada pendapatan kredit RSPO. Dari Oktober 2022- September 2023 kredit RSPO berkontribusi sebesar 5 juta dolar secara langsung pada petani kecil di Indonesia. Dan ini meningkat dibanding tahun sebelumnya dengan nilai 3,3 juta. Jumlah ini akan bertambah seiring dengna jumlah petani yang tersertifikasi,” ujar Guntur.

Dalam kesempatan itu juga, Director of Sustainability Apical Group Bremen Yong dalam sambutannya mengatakan sertifikasi itu membantu petani kecil meningkatkan hasil panen, mendapatkan eksposur ke pasar internasional, meningkatkan penghidupan mereka, dan mengurangi risiko konversi lahan.

Dia mengatakan Program SMILE atau program Inklusi Petani untuk Penghidupan dan Pemberdayaan yang Lebih Baik itu sendiri diluncurkan pada 2020 silam. Program tersebut telah berhasil meningkatkan semangat petani dan mendukung praktik keberlanjutan di industri kelapa sawit Indonesia.

"Kami percaya bahwa keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama dan dengan memupuk inklusivitas, kita dapat membuat perbedaan, dan satu-satunya solusi adalah melalui kepercayaan yang kuat dan semangat kolaborasi," kata Bremen Yong.

Artikel Terkait