• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Kolaborasi yang Kuat dari BPDP – Ditjenbun – BPI, Tingkatkan  Sumber Daya Pekebun Sawit di Riau melalui Pelatihan Panen dan Pasca Panen

SAWIT INDONESIA - Best Planter Indonesia (BPI) sebagai lembaga penyelenggara pelatihan panen dan pasca panen menjadi salah satu mitra terpercaya dalam program pengembangan sumberdaya manusia perkebunan tahun 2026. Dengan slogan 100% Best Practices, narasumber yang dipilih BPI berasal dari kalangan praktisi dan pensiunan planter sawit, yang tentunya sudah mapan secara ilmu dan pengalaman seputaran pengelolaan kelapa sawit.

Kegiatan yang didukung penuh oleh BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan) dan Ditjenbun (Direktorat Jenderal Perkebunan) ini diselenggarakan di Hotel Furaya, Pekanbaru selama 5 hari efektif pada tanggal 22 – 26 Juni 2026. Peserta pelatihan berjumlah 181 orang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Rokan Hilir. Pelatihan ini menjadi aksi nyata dari pemerintah untuk mendukung perkembangan industri perkelapasawitan di Indonesia pada umumnya, dan diprovinsi Riau khususnya.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan pembekalan keilmuan dan pengetahuan pada sesi kelas, dan mendapatkan pengalaman melalui praktek saat kunjungan lapang. Kunjungan lapangan dilaksanakan ke Koperasi Produsen Tunas Muda di Desa Teluk Merbau Kecamatan Dayun Kabupaten Siak, Riau. Koperasi Produsen Tunas Muda merupakan salah satu koperasi yang bermitra dengan PTPN 4 Region 3. Kegiatan kunjungan lapangan menjadi metode pembelajaran yang efektif karena peserta bisa melihat langsung penerapan ilmu yang dipelajari dikebun sawit. Peserta bisa langsung membandingkan kondisi aktual dikebun sawit tempat kunjungan dengan kondisi kebun sawitnya masing – masing.

Selama kunjungan, peserta mendapatkan penjelasan langsung dari tim PTPN 4 region 3 yaitu Manager Kemitraan Bapak Muhammad Rudi dan Bapak Manager Mill dan Estate Bapak Andri mengenai standar operasional panen yang diterapkan oleh koperasi. Para peserta juga mendapat penjelasan dari ketua Koperasi Produsen Tunas Muda Bapak Setiyono yang menekankan pentingnya kemitraan. Dengan bermitra, harga TBS (Tandan Buah Segar) menjadi pasti sesuai harga Disbun. Ketua Koperasi juga menyampaikan tentang cara menentukan tingkat kematangan TBS yang siap dipanen, teknik pemotongan yang tepat, serta prosedur pengumpulan hasil panen agar kualitas buah tetap terjaga. Pemahaman mengenai panen dan pasca panen ini berkorelasi positif dengan pendapatan pekebun. Selain jaminan harga beli TBS, dengan bermitra maka koperasi juga mendapat pendampingan teknis dari perusahaan. Walaupun sudah melakukan PSR tahap 1 seluas 250 Ha, Koperasi tetap memilih bermitra sebagai kebun plasma.

Peserta pelatihan juga berkesempatan berdialog langsung dengan pengurus koperasi dan petani anggota. Dalam sesi diskusi, berbagai pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan kebun kelapa sawit dibagikan kepada peserta. Interaksi ini memberikan gambaran nyata mengenai praktik pengelolaan perkebunan di lapangan serta solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Pemilihan tempat kunjungan lapang ke koperasi mempermudah penerimaan dan pemahaman dari peserta, karena berkesesuaian “apple to apple”. Dengan kunjungan lapang, peserta pelatihan mendapatkan bukti dan realita bahwa pengelolaan kegiatan panen dan pasca panen yang tepat memberikan hasil seperti yang terjadi pada Koperasi Produsen Tunas Muda.

Kita memberikan realita, bukan janji.

Semoga niat, usaha dan keyakinan para pekebun akan menghasilkan peningkatan produksi dan perbaikan kesejahteraan bagi pekebun.

Artikel Terkait