• Sabtu, 3 Oktober 2026
Berita Terbaru

Kolaborasi Pemangku Kepentingan Sukseskan Pelepasan Bibit Sawit Tanzania di Indonesia

Sergai, SAWIT INDONESIA – Pemerintah Indonesia secara resmi melepaskan 29.281 bibit kelapa sawit yang merupakan hasil eksplorasi Sumber Daya Genetik (SDG) asal Tanzania. Program ini diharapkan mampu mendukung strategi peningkatan produksi sawit nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen sawit dunia.

Pelepasan ini dihadiri langsung oleh Plt. Direktur Jenderal PerkebunanKementerian Pertanian Republik Indonesia, Ali Jamil, bersama seluruh pemangku kepentingan industri kelapa sawit nasional di Kebun Tanah Besih PT Socfindo, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Selasa (5 Mei 2026).

“Sebagai produsen benih sawit, Indonesia memerlukan langkah strategis untuk memperluas basis genetik melalui pengayaan sumber daya genetik dari pusat asal tanaman kelapa sawit. Program eksplorasi ke Tanzania yang telah dilaksanakan merupakan bagian dari strategi tersebut,” ujar Ali Jamil dalam sambutannya.

Ali Jamil menyebutkan bahwa Tanzania sebagai salah satu center of origin kelapa sawit menawarkan sumber keragaman genetik yang sangat tinggi. Melalui kegiatan eksplorasi ini, Indonesia berhasil mengumpulkan 102 aksesikelapa sawit dari berbagai wilayah agroklimat dengan karakter yang sangat beragam. Selanjutnya dihasilkan sekitar 83.000 biji kelapa sawit yang menjadi aset strategis bagi pengembangan industri ke depan.

“Setelah melalui berbagai tahapan pemasukan biji, pengujian, pengasingan dan pengamatan, telah diperoleh 29.281 bibit kelapa sawit main nursery asal Tanzania yang siap untuk dilepas,” tambah Ali Jamil.

Ketua Perhimpunan Ilmu Pemuliaan dan Perbenihan Sawit Indonesia (PIPPSI) Dr. Edy Suprianto mengatakan program eksplorasi SDG Tanzania ini adalah investasi untuk dua atau tiga generasi ke depan. Setiap bibit yang kita lepas hari ini adalah warisan bagi para pemulia dan petani kelapa sawit Indonesia di masa mendatang.

“Indonesia telah membuktikan bahwa riset strategis berbasis kolaborasi internasional mampu menghasilkan terobosan nyata bagi kedaulatan benih nasional," paparnya.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, di tempat yang sama, menyatakan bahwa pendistribusian SDG ini merupakan pondasi utama untuk meningkatkan produktivitas, ketahanan terhadap hama, serta adaptasi tanaman terhadap perubahan iklim.

"Hari ini kita tidak hanya mendistribusikan sumber daya genetik, tetapi menatap masa depan baru produktivitas kelapa sawit Indonesia," ujar Eddy dalam sambutannya.

Lokasi Pembibitan Benih Sawit dari Tanzania yang berlokasi di Kabupaten Sergai, Sumatera Utara

Selanjutnya bibit kelapa sawit SDG Tanzania akan didistribusikan kepada 14 perusahaan anggota Konsorsium Plasma Nutfah Kelapa Sawit Indonesia untuk keperluan pengujian multilokasi di berbagai agroekosistem Indonesia.

Selain itu, sebanyak 715 batang dialokasikan untuk kepentingan pemerintah melalui Badan Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) yang akan dikelola oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.

Sebagai informasi, Program "Pengayaan Sumber Daya Genetik Kelapa Sawit Indonesia melalui Kegiatan Eksplorasi ke Tanzania" merupakan inisiatif riset strategis Kementerian Pertanian yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Konsorsium Plasma Nutfah Kelapa Sawit Indonesia. Program ini telah berlangsung sejak Februari 2024 hingga 30 Juni 2026.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Moh. Alfansyah, mengatakan bahwa BPDP mendukung program tersebut karena melibatkan kolaborasi semua pihak dalam upaya peningkatan produktivitas sawit.

“Momentum pelepasan bibit sawit dari Tanzania ini memiliki arti penting bagi penguatan pondasi sumber daya genetik industri kelapa sawit nasional. Kegiatan ini tidak hanya menjadi langkah strategis dalam memperkaya basis genetik dan memperkuat keragaman plasma nutfah kelapa sawit serta memperkuat keberlanjutan inovasi industri kelapa sawit,” tambah Alfansyah.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara Direktorat Jenderal Perkebunan, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Konsorsium Plasma Nutfah Kelapa Sawit Indonesia, Perhimpunan Ilmu Pemuliaan dan Perbenihan Sawit Indonesia (PIPPSI), dan PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) sebagai Lead Project , PT Socfin Indonesia sebagai importir dan penyedia fasilitas Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT) untuk proses pengasingan dan pengamatan di bawah pengawasan Badan Karantina Indonesia.

Artikel Terkait