• Senin, 5 Oktober 2026
Berita Terbaru

Kolaborasi IPB Training, BPDP, dan Ditjenbun: Melatih Petani Sawit Banten, Fokus pada Validasi Lahan Rakyat

Banten, SAWIT INDONESIA – Pemerintah terus berupaya meningkatkan pemahaman dan kemahiran dalam hal pemetaan kebun kepada masyarakat (pelaku usaha perkebunan sawit atau petani sawit), salah satunya melalui kegiatan pelatihan petani sawit.

Kali ini, 25 petani sawit asal Kabupaten Lebak, Banten, mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan pelatihan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Pelatihan petani sawit dilangsungkan selama empat hari (21–24 Juli 2025) oleh IPB Training, dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian.

Pelatihan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit sangat penting bagi petani sawit, mengingat pelatihan tersebut memiliki beberapa tujuan antara lain memahami kebijakan dan regulasi terkait pemetaan lahan, mengetahui dasar-dasar pemetaan lahan, mengenal dan mengetahui cara penggunaan alat pemetaan, mengetahui manfaat dan metode tracking dan sensus tanaman, mengetahui pemetaan kebun dengan metode poligon dan pembuatan peta kebun, mengetahui pengelolaan data dan analisis pengukuran lahan, memahami cara penyajian dan membaca peta, dan memberikan keterampilan dalam pemetaan kebun dan pengolahan hasil.

Dengan kata lain, pelatihan tersebut bermaksud untuk membekali petani dan pengurus koperasi sawit dengan keterampilan teknis dalam pemetaan lahan, termasuk pengumpulan data spasial, sensus tanaman, serta pembuatan peta kebun yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan, akses pembiayaan, dan program peremajaan sawit rakyat (PSR).

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi nasional pengembangan SDM sawit rakyat sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 5 Tahun 2025 dan Keputusan Dirjen Perkebunan No. 40 Tahun 2025, yang mengamanatkan pelatihan sebagai salah satu dari empat jalur penguatan SDM: penyuluhan, pendidikan, pelatihan, dan pendampingan.

Dr. Ir. Ahmad Junaedi, M.Si., perwakilan IPB Training, menyampaikan bahwa pelatihan petani sawit — yang terselenggara atas adanya kolaborasi antara IPB Training, BPDP dan Ditjenbun — sebagai bentuk nyata sinergi antara lembaga akademik, pendanaan, dan pembinaan teknis untuk penguatan sawit rakyat berbasis data.

"Kami hadir atas penugasan dari BPDP dan Ditjenbun. Pelatihan ini difokuskan pada pemetaan lokasi perkebunan dan budidaya kelapa sawit. Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan validasi kebun dan keberlanjutan sektor sawit," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi sawitindonesia.com.

Lebih lanjut, Junaedi mengatakan bahwa produktivitas sawit rakyat masih rendah karena kurangnya penerapan teknologi dan manajemen kebun berbasis data.

"Sawit adalah minyak dari atas bumi. Kita harus mengelola dengan ilmu agar potensi yang ada bisa benar-benar memberikan kesejahteraan," tambahnya.

Dalam pelaksanaan pelatihan, IPB Training menghadirkan narasumber dari IPB University, yaitu Dr. Wahyu Iskandar, S.Hut., M.Agr., dan Nina Widiana Darojati, S.P., M.Si., yang memberikan materi tentang pengumpulan data lapangan, penggunaan GPS, serta aplikasi sistem informasi geografis (SIG) untuk membuat peta kebun berbasis data.

Terkait dengan pelatihan yang melibatkan petani sawit, Rahmat, SSTP, M.Si., Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, menambahkan bahwa pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memperbaiki tata kelola kebun rakyat.

"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Lebak mengucapkan terima kasih kepada BPDP, Ditjenbun, dan IPB Training atas perhatian terhadap petani sawit di daerah kami. Ilmu ini sangat penting dan harus dibagikan ke petani lain di wilayah masing-masing," ujarnya.

Banten dikenal sebagai salah satu wilayah pionir pengembangan kelapa sawit di Pulau Jawa. Agroekologi daerah ini yang terletak di selatan garis khatulistiwa memiliki karakteristik yang berbeda dari wilayah penghasil sawit utama seperti Sumatera dan Kalimantan. Oleh karena itu, pemetaan presisi menjadi sangat penting untuk mendukung kebun rakyat yang produktif dan berkelanjutan.

Dengan semangat "Pengembangan SDM Petani Sawit, Bersinergi Membangun Negeri – Banten Juara", pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas data lahan petani sawit dan memperkuat tata kelola perkebunan rakyat di tingkat tapak.

Artikel Terkait