• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

Kolaborasi AKPY-Stiper dan BPDPKS Tingkatkan SDM Petani Sawit Morowali

MOROWALI, SAWIT INDONESIA - AKPY-Stiper sukses sampaikan materi dengan modul Panen dan pasca panen serta Sarana dan Prasarana, untuk mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit kepada petani sawit dari Kabupaten Kotawaringin Barat (Kalimantan Tengah) pada akhir Juni lalu. Awal bulan ini, lembaga pendidikan dari Yogyakarta kembali sampaikan materi dengan modul Sarana dan Prasarana perkebunan kelapa sawit pada 34 petani sawit dari Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Kegiatan pelatihan dijadwalkan selama empat hari (4 – 7 Juli 2022)di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Program pelatihan petani sawit merupakan kerjasama AKPY-Stiper, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan – Kementerian Pertanian yang bertujuan meningkatkan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit. Yang tertuang pada program Roadmap BPDPKS dalam mendukung pengembangan kelapa sawit berkelanjutan 2022 – 2029. Direktur Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-Stiper), Dr. Sri Gunawan, SP, M.P, IPU mengutarakan kegiatan pelatihan petani sawit adalah kolaborasi tiga lembaga yakni AKPY-Stiper, BPDPKS dan Ditjenbun dalam rangka meningkatan kapasitas Petani Kelapa Sawit, salah satunya di Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah. “Seperti diketahui, di Kabupaten Morowali ada beberapa komoditas perkebunan yaitu KelapaSawit, Kakao, kelapa, Cengkeh, Jambu Mete. Namun, dari komoditas tersebut kelapa sawit dengan luas kebun seluas 110.901 ha (0,68%) sangat potensial dikembangkan sebagai pangan dan energi di Sulawesi Tengah,” ujar Sri Gunawan saat menyampaikan sambutan, pada Senin (4 Juli 2022). “Meskipun luas perkebunan kelapa sawit di Morowali masih sedikit, tetapi saya melihat petaninya sangat semangat. Harapannya menjadi perkebunan yang mandiri dan berkelanjutan dan dapat menjadi percontohan perkebunan nasional,” imbuh Direktur AKPY-Stiper dengan penuh semangat. Menurut Sri Gunawan, meskipun kelapa sawit saat ini menjadi komoditas unggulan nasional, bukan berarti tidak menghadapi tantangan. Tantangan yang dihadapi antara lain mulai dari Legalitas lahan, perubahan iklim, pembibitan, pemeliharaan/perawatan hinggapanen. Teknologi yang digunakan oleh petani sawit juga konvensional sehingga sangat perlu intensifikasi dan harus bisa beradaptasi dengan perubahan alam. “Maka, dalam mewujudkanintensifikasimemerlukanSarana danPrasarana yang memadai. Untukitupadakesemepataninidiadakanpelatihan petani dengan materiSaranadanPrasarana untuk mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit, terutama di Kabupaten Morowali,” tambahnya. Berikut materi yang disampaikan dalam pelatihan petani sawit Kabupaten Morowali antara lain kebijakan dan organisasi pengelolaan sarana dan prasarana, pengenalan alat dan mesin pertanian, pengeloaan air (tata air), penanganan infrastruktur kebun, penggunaan alat aplikasi pupuk dan pestisida, pengelolaan alat panen dan angkut, serta penanganan limbah B3. Dan, di akhir pelatihan, petani mendapat kesempatan berkunjung atauFieldtrip ke perkebunan kelapa sawit milik PT. Astra Agro Lestari untuk mengetahui potensi kelapa sawit serta prosesnya. Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah Memberikan pengertian dan pemahaman tentang cara budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan (Good Management Practices). Dan, meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, manajerial dan kewirausahaan yang berdaya saing perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. “Materi sarana dan prasarana yang diberikan agar petani sawit bisa mengelola kebun secara efisiensi dan keberlanjutan. Karena pengelolaan kebun kelapa sawit berkelanjutan menjadi suatu keharusan. Sehingga membutuhkan SDM yang terampil dan kompeten, kelembagaan yang sehat dan mandiri dan penggunaan teknologi yang tepat dan ramah,” pungkas Sri Gunawan, lulusan Doktor dari universitas negeri ternama. Pada kesempatan yang sama, Dr. Simpra Ulit Tajang, M.Si Kabid Produksi dan Perlindungan Perkebunan, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, mengatakan kegiatan pelatihan Sarpras petani sawit dengan dukungan dana dari BPDPKS. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan SDM petani sawit, dengan tujuan akhir adanya peningkatan produksi dan produktivitas kebun sawitrakyat. “Jadi, tetap semangat meski saat ini harga TBS sedang rendah, kalian (petani) jangan kawatir karena pemerintah juga mengurus hal itu. Kami berharap pelatihan ini dapat berjalan dengan baik sehingga dapat membawa ilmu yang terbaik untuk mengaplikasikan/menerapkan ilmu tersebut di kebunnya,” ucapnya, mewakili Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Maya Malania Noor, MT. Sebagai informasi, pelatihan pengelolaan Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, dibuka oleh Dr. Simpra Ulit Tajang, M.Si Kabid Produksi dan Perlindungan Perkebunan, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, dan dihadiri pihak PT Astra Agro Lestari dan tamu undangan lain dari Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Artikel Terkait