Di Indonesia, KMI dengan produk traktor LOVOL siap memberikan dukungan pada industri sawit agar beberapa pekerjaan terutama di perkebunan sawit lebih efektif dan efisien.
Mengamati beberapa pekerjaan di perkebunan kelapa sawit terutama yang dikelola perusahaan, seperti kegiatan maintenance mulai dari pembersihan lokasi kebun sawit, memotong rumput hingga meratakan jalur infiled collection, membutuhkan alat berat pendukung yaitu traktor.
Hal tersebut diungkapkan Produk Manager Traktor LOVOL, PT Kotrack Machinery Indonesia (KMI), Victor Tahitu dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Majalah Sawit Indonesia, beberapa waktu lalu.
Dijelaskan Victor Tahitu dari pengamatan dan pengalaman para pelaku usaha perkebunan kelapa sawit yang kerpa dijumpai, untuk mendukung beberapa pekerjaan di lapangan (kebun) membutuhkan alat berat sebagai pendukung.
“Informasi itu seringkali kami dapatkan ketika melakukan kunjungan ke kebun kelapa sawit di beberapa daerah penghasil kelapa sawit. Dari informasi itu kami simpulkan para pelaku usaha perkebunan kelapa sawit memang benar membutuhkan alat berat (traktor) untuk mendukung operasionalnya agar lebih efektif dan efisien dalam pengerjaannya,” jelasnya.
Maka, lanjut Victor Tahitu, pihaknya ingin mendukung operasional perkebunan kelapa sawit di Indonesia menyiapkan beberapa unit (traktor) dengan berbagai type sesuai kebutuhannya.
“Traktor dengan merek LOVOL dan di ageni oleh Perusahaan Korea ini sudah beberapa tahun terakhir diperkenalkan di Indonesia untuk mendukung operasional di industri kelapa sawit. Yaitu Traktor LOVOL dengan Kelas 50HP untuk maintenance, sprayer & infield collection. Untuk type ini sangat cocok untuk pengangkutan buah sawit atau TBS karena dimensinya yang tidak terlalu besarsangat mudah masuk kedalam kebun. Sedangkan, traktor LOVOL Kelas 90HP dan 110HP juga bisa digunakan untuk maintenace road (menggunakan mid mounted greader) & infield collection (grabber and trailer),” jelasnya.
Dari informasi yang didapat tim redaksi Majalah Sawit Indonesia, ada beberapa keistimewaan dan keunggulan dari traktor Lovol dibandingkan produk lain.
Di antaranya, durability engine LOVOL yang telah terkenal awet dan handal dilapangan karena kita tahu LOVOL berada di bawa naungan WEICHAI ( perusahaan Engine terbesar di China) . Konsumsi bahan bahan bakar yang irit dan siap digunakan dilokasi yang terpencil. Mampu disesuaikan dengan BBM (solar) yang ada di lokasi.
“Seperti diketahui di luar pulau Jawa kualitas solar kerap kali ditemui tidak sesuai standard, namun engine LOVOL mampu menyesuaikannya,” ungkap Victor Tahitu.
LOVOL di industri sawit dikenalkan sejak 2012
Sebagai informasi, traktor LOVOL sudah digunakan di sektor perkebunan kelapa sawit sejak 5 tahun lalu. Tetapi jika berbicara masuk (diperkenalkan) di Industri sawit traktor LOVOL telah ada di Indonesia sejak 2012.
Lebih lanjut, Victor Tahitu menambahkan dengan banyaknya merek traktor yang ada di pasaran. Pelakuusaha di perkebunan kelapa sawit seringkali memiliki pertimbangan memilih dalam traktor yang hemat bahan bakar.
“Produk kami, mampu menjawab pertimbangan dari pelaku usaha perkebunan kelapa sawit. Kami menegaskan hal yang satu ini LOVOL bisa sebagai pertimbangan bagi owner memilih produk, karena efisiensi bahan bakar ini menjadi perhatian LOVOL dalam merilis produk-produknya,” tegasnya.
“Yang lebih pasti, pelaku usaha di industri sawit dengan menggunakan produk traktor LOVOL, akan mendapatkan nilai tambah. Seperti, harga beli yang sangat terjangkau. Dukungan purnajual mulai dari ketersediaan mekanik dan suku cadang (spareparts) LOVOL sampai unit itu berumur lebih dari 10 tahun,” imbuh Victor Tahitu.
Untuk menjaga durabilitas unit (traktor) LOVOL, pihak PT Kotrack Machinery Indonesia (KMI) menyarankan gunakan Sparepart yang Original, maitenance/menggunakan jasa seperti Kontrak Service didealer yang telah ditunjuk LOVOL.
Sejak dikenalkan dan digunakan oleh pelaku usaha di industri sawit, kini traktor LOVOL sudah mulai familiar. Hal ini dibuktikan permintaannya selalu ada saja pada di setiap tahunnya.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 162)














