Jakarta, SAWIT INDONESIA – Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2024 akan dihadiri oleh jajaran eksekutif perusahaan sawit ternama di Indonesia sebagai narasumber konferensi. Adalah Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani yang dijadwalkan akan menjadi pembicara di sesi “CEO Berbagi Pengalaman” di Pekanbaru Convention Exhibition, Sabtu (10 Agustus 2024).
“Silakan, saya apresiasi (undangan ini),” ujar Mohammad Abdul Ghani saat berbincang dengan Ketua Pelaksana SIEXPO 2024, Qayuum Amri, pekan lalu.
Menurut Qayuum, kinerja dan performa Mohammad Abdul Ghani sangat luar biasa sebagai nakhoda Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam empat tahun terakhir. Amanah dan tantangan yang diberikan pemerintah melalui Menteri BUMN RI Erick Thohir mampu dijalankan sangat baik.
Pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah, yang telah berkarir 38 tahun lamanya ini dapat membawa transformasi positif kepada PTPN. Transformasi pertama ialah merestrukturisasi utang perbankan melalui perpanjangan tenor dan relaksasi bunga.
Transformasi kedua adalah merestrukturasi perusahaan melalui efisiensi organisasi dan pimpinan manajemen di anak perusahaan PTPN. Ada lebih dari 40 jabatan dihilangkan. Kemudian, tata kelola perusahaan diubah menjadi sentralisasi.
Seluruh upaya transformasi ini mendapatkan dukungan, tidak hanya dari pimpinan Kementerian BUMN, pemegang saham, tetapi juga di sektor manajemen hingga serikat pekerja.
Alhasil, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mencatatkan laba konsolidasi sebesar Rp 5,51 triliun pada tahun 2022. Capaian tersebut naik sebesar 19 persen dari tahun sebelumnya, sekaligus menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Sejak menjalani transformasi di 2021 hingga saat ini, holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN telah mampu mengumpulkan laba sebesar Rp 11,7 triliun. Padahal sebelum bertransformasi, PTPN sempat merugi sebesar Rp 5,4 triliun pada periode 2014-2020.
Sebagai catatan jumlah laba yang diperoleh PTPN mencapai Rp 4,66 triliun pada 2021, Rp 6,02 triliun pada 2022, dan Rp 1,02 triliun pada 2023.






