• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Kisah Unik dan Kini Sukses dari Penerima Beasiswa Wilmar

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Kelik Jatmiko dan Surya Purnawan Ganda bisa disebut menjadi orang yang beruntung, setelah mendapatkan beasiswa dari perusahaan (Wilmar Indonesia). Melalui Wilmar Indonesia Scholarship, perusahaan ini sukses mencetak profesional yang saat ini telah berkarya di perusahaan.

Dalam pelaksaannya, Wilmar menggandeng salah satu perguruan tinggi ternama yaitu Institut Pertanian (INSTIPER), Yogyakarta.

Sebagai informasi, Wilmar Indonesia Scholarship telah berjalan selama kurang lebih satu dekade terakhir, untuk membantu masyarakat dan anak karyawan mengakses pendidikan yang lebih tinggi dan meningkatkan kualitas hidupnya. Dengan mengakses pendidikan, mereka telah mendapatkan jejang karir yang menjanjikan dan kehidupan yang lebih baik.

Saat itu, pada medio 2023, Kelik Jatmiko, jika melihat dari latar belakang keluarga, priaasal Magelang - Jawa Tengah ini, berasal dari keluarga kurang mampu. Hal inilah yang telah mendorong untuk mencari beasiswa.

Kala itu, ada dua perusahaan sawit yang memasang selebaran beasiswa di sekolahnya. Kelik justru asing dengan Wilmar dan memilih mengajukan beasiswa ke perusahaan lain, namun kuotanya sudah penuh. Kemudian dia mencoba mengajukan ke Wilmar dan harus bersaing dengan 300-400 pelamar lainnya.

Kelik kemudian lolos seleksi. “Saat itu saya sebenarnya sudah diterima di sebuah PTN (perguruan tinggi negeri) melalui Bidik misi, tetapi saya lebih memilih Wilmar kerena ada ikatan dinas,” ujar Kelik, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sawitindonesia.com, pada Jum’at (19 Juli 2024).

Setelah dinyatakan lolos seleksi program Wilmar Indonesia Scholarship, Kelik menjalani pendidikan di INSTIPER Yogyakarta. Setelah lulus dan bekerja hingga mampu berkarir menduduki jabatan sebagai Supervisor Environment Health Safety, PT Wilmar Nabati Indonesia.

Hal yang sama juga dialami Surya Purnawan Ganda, yang saat ini sudah menjabat sebagai Head Process Engineer PT Multimas Nabati Asahan –Serang.

Surya Purnawan Ganda penerima beasiswa (Wilmar Indonesia Scholarship), yang membedakan ia adalah anak dari karyawan di Wilmar Group.

Pria asal Palembang itu awalnya telah diterima di sebuah kampus swasta jurusan pertambangan batu bara. Namun karena masa depan di industri sawit dinilai lebih menjanjikan, ia memilih beasiswa Wilmar.

“Beasiswa telah memberi saya pengalaman yang tidak terlupakan. Saat itu saya pertama ke Jawa dan pertama kali naik pesawat,” kata Surya.

Keduanya mendapatkan beasiswa belajar di Institut Pertanian (INSTIPER), Yogyakarta pada 2013. Program tersebut merupakan kerjasama Wilmar dan INSTIPER. Selain biaya pendidikan, perusahaan juga menyediakan biaya hidup, pendampingan, monitoring, materi kuliah, dan pengajar yang berasal dari karyawan perusahaan.

Mereka juga diberikan kesempatan magang dan on the job training (OJT/ pelatihan di tempatkerja) di pabrik Wilmar di seluruh Indonesia. Mereka mulai bekerja di Wilmar pada 2017 dan saat ini sudah hampir menyelesaikan ikatan dinas selama delapan tahun.

“Kami sudah familiar karena materi kuliah, magang dan OJT sangat relate dengan yang kami temui di industri,” kata Surya.

Kelik maupun Surya sepakat bahwa akses kepada pendidikan yang lebih tinggi telah membantu mereka mendapatkan pekerjaan dan memperbaiki kualitas hidupnya. Selama bekerja di Wilmar mereka telah banyak mendapatkan pengalaman dan diberikan ruang untuk berkontribusi positif.

“Alhamdulillah, keinginan punya rumah kesampaian. Saya juga bisa membeli kendaraan dan menyekolahkan adik,” kata Kelik.

Artikel Terkait