Jakarta, SAWIT INDONESIA - Produksi CPO bulan Februari 2026 mencapai 5.015 ribu ton, naik 4,96% dari bulan sebelumnya 4,778 ribu ton. Produksi PKO bulan Februari juga naik menjadi 485 ribu ton dari 458 ribu ton di bulan Januari sehingga total produksi CPO+PKO Februari 2026 mencapai 5.500 ribu ton lebih besar 5,04% dari bulan sebelumnya 5.236 ribu ton. Secara YoY sampai Februari, produksi CPO+PKO 2026 naik menjadi 10.737 ribu ton atau 28,94% lebih tinggi dari produksi 2025 sebesar 8.327 ribu ton.
Total konsumsi dalam negeri mengalami peningkatan 9,55% dari 2.104 ribu ton di bulan Januari menjadi 2.305 ribu ton pada bulan Februari 2026. Peningkatan terbesar terjadi pada konsumsi pangan yang naik menjadi 986 ribu ton atau 16,55% dari bulan sebelumnya sebesar 846 ribu ton. Konsumsi biodiesel naik 7,12% menjadi 1.144 ribu ton dari 1.068 ribu ton pada bulan sebelumnya. Sedangkan konsumsi oleokimia turun -7,89%, menjadi 175 ribu ton dari 190 ribu ton pada bulan sebelumnya.
Secara YoY sampai Februari, konsumsi 2026 naik menjadi 4.409 ribu ton atau 12,96% lebih tinggi dari konsumsi 2025 sebesar 3.903 ribu ton. Total ekspor produk sawit pada bulan Februari 2026 naik menjadi 3.297 ribu ton atau 7,01% dari ekspor bulan Januari sebesar 3.081 ribu ton. Peningkatan ekspor terjadi pada olahan minyak inti sawit yang menjadi 171 ribu ton dari 125 ribu ton pada bulan sebelumnya (+36,80%), pada CPO yang menjadi 395 ribu ton dari 332 ribu ton (+18,98%), pada olahan minyak sawit yang menjadi 2.267 ribu ton dari 2.172 ribu ton (+4,37%) dan pada oleokimia yang menjadi 462 ribu ton dari 450 ribu ton pada bulan sebelumnya (+2,67%).
Secara YoY sampai Februari, ekspor 2026 naik menjadi 6.378 ribu ton atau 33,96% lebih tinggi dari ekspor 2025 sebesar 4.761 ribu ton. Menurut negara tujuannya, terjadi peningkatan ekspor pada bulan Februari dibanding bulan sebelumnya yaitu untuk China (+152 ribu ton), Malaysia (+116 ribu ton), EU 27 (+78 ribu ton), India (+56 ribu ton), USA (+43 ribu ton), dan Middle East (+42 ribu ton). Sedangkan penurunan ekspor terjadi untuk tujuan Pakistan (-136 ribu ton), Afrika (-68 ribu ton), Bangladesh (-40 ribu ton) dan Russia (-26 ribu ton).
Secara YoY Februari, peningkatan ekspor 2026 dari ekspor 2025 terjadi untuk tujuan China (+628 ribu ton), Malaysia (+336 ribu ton), EU 27 (+173 ribu ton), Russia (+150 ribu ton), Bangladesh (+57 ribu ton), India (+45 ribu ton), USA (+18 ribu ton), Middle East (9 ribu ton), sedangkan penurunan ekspor terjadi untuk tujuan Pakistan (-15 ribu ton) dan Afrika (-14 ribu ton). Nilai ekspor produk sawit bulan Februari mengalami peningkatan dari US$ 3,36 miliar di bulan Januari menjadi US$ 3,69 miliar pada Februari atau meningkat sebesar 9,70%.
Secara YoY sampai Februari, nilai ekspor 2026 naik menjadi 7,05 miliar atau 28,88% lebih tinggi dari tahun 2025 sebesar US$ 5,47 miliar. Peningkatan nilai ekspor yang terjadi selain karena meningkatnya volume ekspor juga karena harga rata-rata Januari- Februari 2026 sebesar US$ 1.306/ton Cif Rotterdam yang lebih tinggi dari ratarata Januari-Februari 2025 sebesar US$ 1.218/ton Cif Roterdam. Dengan stok awal tahun 2026 sebesar 2.068 ribu ton, produksi Jan-Feb CPO+PKO 10.737 ribu ton, konsumsi Jan-Feb 4.409 ribu ton dan ekspor Jan-Feb 6.378 ribu ton, maka stok di akhir Februari 2026 menjadi 2.026 ribu ton lebih kecil dari 2.250 ribu ton pada stok di akhir Februari 2025.
Sumber: gapki.id






