• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Kepala LLDIKTI Wilayah 5, Prof. Setyabudi: Bintalfisdisbun AKPY ‘STIPER’ Tradisi Akademik Mengenalkan Kampus dan Pembentukan Karakter

Ungaran, SAWIT INDONESIA – Kegiatan orientasi mahasiswa baru AKPY ‘STIPER’ yang dikenal dengan pembinaan mental, fisik disiplin dan kenal kebun (Bintalfisdisbun) mendapat apresiasi dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah 5, Prof. Seytabudi Indartono, M.M, Ph.D, saat menghadiri kegiatan Bintalfisdisbun 2025, di Stiper Edu Agro Tourism (SEAT) KP2 Ungaran, Jawa Tengah, pada Selasa (16 September 2025).

Menurutnya, kegiatan Bintalfisdisbun AKPY ‘STIPER’ untuk mahasiswa baru merupakan tradisi akademik yang tidak hanya mengenalkan dunia kampus melainkan membangun karakter mahasiswa.

“Ada banyak pembinaan mental bagi mahasiswa yang dilakukan banyak perguruan tinggi. Tetapi yang menarik dari pembinaan mental, fisik dan disiplin yang dilakukan AKPY “STIPER’, belum saya lihat ada di kampus (perguruan tinggi) yang lain,” ujar Prof. Setyabudi.

Seperti diketahui, untuk mengenalkan kampus dan bidang yang akan ditapaki oleh mahasiswanya, AKPY ‘STIPER’ memiliki cara yang unik, yakni melalui kegiatan Bintalfisdisbun. Kegiatan yang menggabungkan pembinaan mental, fisik agak kuat, sikap disiplin dan pengenalan kebun khususnya perkebunan sawit sesuai dengan program studinya, yaitu program studi pembibitan kelapa sawit, pemeliharaan kelapa sawit (jenjang Diploma I) dan program studi Budidaya Kelapa Sawit dan Teknik Pengolahan Kelapa Sawit (jenjang Diploma II).

Sejak AKPY ‘STIPER’ berdiri memiliki konsentrasi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di industri sawit, baik di perkebunan dan pabrik kelapa sawit, untuk level Kerani, Mandor dan Operator.

Hal tersebut sejalan dengan apa yang sering disampaikan oleh Presiden Prabowo yang menginginkan industri sawit menjadi salah satu yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju negara maju dengan income per kapita Rp14 juta per bulan, dan juga pertumbuhan ekonomi 6 - 7%. Tentunya, memerlukan SDM yang memiliki kompetensi dan siap kerja sesuai apa yang diharapan dari pendidikan tinggi vokasi.

“Oleh karenanya, kalian (mahasiswa) adalah sumber daya manusia yang dibutuhkan negara. Kami juga berharap, kalian bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kualitas industri sawit. Kami yakin Ditjen Industri Agro sudah memiliki roadmap, kontribusi sawit yang memberikan nilai tambah bagi percepatan perekonomian Indonesia,” kata Prof Setyabudi di hadapan 570 mahasiswa baru AKPY ‘STIPER’.

Artikel Terkait