• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Kalah di WTO, Uni Eropa Patuhi Hasil Putusan Sengketa Sawit

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Uni Eropa bakal mematuhi hasil keputusan Badan Penyelesaian Sengketa Organisasi Dunia atau Dispute Settlement Body World Trade Organization/DSB WTO yang memenangkan Indonesia dalam sengketa diskriminasi produk kelapa sawit. Putusan ini tercantum dalam laporan panel WTO pada 10 Januari 2025, menindaklanjuti gugatan Indonesia yang diajukan pada 9 Desember 2019.

Wakil Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Stephane Mechati menuturkan pihaknya telah menerima hasil laporan dari WTO tersebut. Mechati pun mengatakan Uni Eropa akan melakukan langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan hasil laporan WTO.

"Kami sepenuhnya memahami pernyataan dari panel WTO dan akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mematuhi hasil laporan itu sepenuhnya," kata Mechati di Kediaman Duta Besar Polandia untuk Indonesia di Jakarta, Kamis (23/1/2025).

Lebih lanjut, Mechati menyampaikan pihaknya akan menyepakati kerangka waktu untuk melakukan penyesuaian tersebut. Namun, dia tidak memperinci lebih lanjut terkait kapan penyesuaian tersebut akan mulai dilaksanakan.

Di sisi lain, dia mengatakan pihak WTO mengakui usulan Uni Eropa untuk memperhitungkan hubungan perdagangan yang sejauh ini belum sepenuhnya terintegrasi, seperti pada masalah keamanan atau kesehatan.

Mechati juga menyoroti sikap WTO yang juga menegaskan legitimasi untuk mempertimbangkan lingkungan dan keberlanjutan dalam pengaturan hubungan perdagangan internasional.

"Kami sepenuhnya memahami pernyataan WTO dan kami akan mematuhi aturannya, itulah yang penting," kata Mechati.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah Indonesia berkomitmen memantau perubahan regulasi UE agar sesuai dengan putusan WTO.

Airlangga menegaskan bahwa jika Uni Eropa tetap menghalangi ekspor sawit, Indonesia akan menggunakan jalur diplomasi dengan melibatkan mitra strategis seperti Amerika Serikat.

"Kami akan memastikan akses pasar sawit tetap terbuka,” ujar Airlangga di Jakarta, Jumat (17/1/2025). Dalam penjelasannya, Airlangga juga menyebut kemenangan Indonesia di WTO menjadi bukti pengakuan internasional terhadap biodiesel berbasis minyak kelapa sawit (CPO).

Dalam penjelasannya, Airlangga juga menyebut kemenangan Indonesia di WTO menjadi bukti pengakuan internasional terhadap biodiesel berbasis minyak kelapa sawit (CPO).

"Kemarin kita menang di WTO untuk kelapa sawit. Ini membuktikan bahwa Uni Eropa melakukan diskriminasi terhadap Indonesia,” pungkasnya.

Artikel Terkait