Pemerintah Kabupaten Dharmasraya membangun kolaborasi bersama Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII) untuk mendukung pemanfaatan teknologi biochar yang lebih berkelanjutan. Teknologi biochar diharapkan mampu meningkatkan pendapatan Masyarakat khususnya petani.
Kolaborasi ini ditunjukkan melalui kehadiran secara langsung Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani dalam acara Public Launching Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII), di Jakarta, Senin (07/7/2025). Menurutnya teknologi biochar tidak hanya relevan sebagai solusi lingkungan, tetapi juga potensial dalam mendorong inovasi pertanian, peningkatan produktivitas tanah, dan pemberdayaan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
“Saya menilai, penerapan teknologi biochar penting dalam bidang lingkungan, ekonomi dan pembangunan. Karena dengan adanya teknologi biochar, salah satu manfaatnya akan menambah nilai dari hasil panen petani. Jika selama ini sekam, bonggol jagung, cangkang sawit dan lainnya hanya menjadi limbah, kedepan bisa menjadi lebih bernilai,” ungkapnya.
Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini mengatakan bagian sisa atau limbah dari produk pertanian seperti sekam hingga cangkang sawit dan lainnya juga bisa dimanfaatkan langsung sebagai pembenah tanah. Itu sebabnya dibutuhkan kemitraan dan Kerjasama untuk mampu membuka peluang daerahnya menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan teknologi biochar yang terintegrasi.
Bupati Annisa mencontohkan dari sekam padi apa bila produksi gabah 60.000 ton, maka akan menghasilkan gabah minimal 8.000 ton. Selama ini sekam sebanyak itu hanya menjadi limbah dan tidak bernilai jual. Jika ini bisa diolah kemudian masuk keranah industri, tentu akan menambah pendapatan petani.
Menurut Bupati, kemitraan ini akan membuka peluang besar bagi Dharmasraya untuk menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan teknologi biochar yang terintegrasi, khususnya dalam sektor pertanian, kehutanan, dan pengelolaan limbah organik.
“Kami siap menjadi bagian dari gerakan nasional menuju ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon. Melalui kerjasama dengan ABII, Dharmasraya berharap dapat mengadopsi pendekatan ilmiah sekaligus memperkuat kapasitas petani dan pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Penandatanganan MoU ini menandai langkah awal Dharmasraya dalam memasuki era inovasi hijau yang sejalan dengan visi pembangunan nasional dan agenda global untuk keberlanjutan lingkungan hidup.
Ketua Umum ABII (Asosiasi Biochar Indonesia Internasional) Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan optimisme besar terhadap potensi Indonesia sebagai kekuatan global dalam produksi dan ekspor biochar — produk karbon hasil pembakaran biomassa yang bermanfaat bagi pertanian dan penyerapan emisi karbon.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah SAWIT INDONESIA, Edisi 165)














