• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

IPB University Terima Kunjungan Kerja Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia

IPB University menerima kunjungan kerja Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia, Datuk Hajah Zuraida binti Kamarudin di IPB Internasional Convention Center, 4/12. Kunjungan kerja ini dalam rangka penjajakan kerjasama pengembangan kelapa sawit. Rektor IPB University, Profesor Arif Satria menyambut baik kehadiran Menteri Datuk Hajah Zuraida binti Kamarudin ke IPB University. Ia mengaku, kunjungan kerja ini merupakan kesempatan yang bagus bagi kedua belah pihak karena sudah saatnya Indonesia dan Malaysia bersatu memajukan komoditas sawit. “Kelapa sawit ini merupakan salah satu produk unggulan dan komoditas pertanian terbesar di Indonesia, termasuk Malaysia,” kata Prof Arif Satria. Lebih lanjut, Prof Arif Satria menerangkan, pengembangan produk sawit tidak hanya on farm tetapi juga off farm. Oleh karena itu, IPB University berusaha menghasilkan berbagai inovasi terkait kelapa sawit dari hulu sampai hilir. Prof Arif Satria menjelaskan, beberapa inovasi yang dapat mendukung pengembangan komoditas sawit antara lain Precipalm, pendeteksi kematangan buah sawit, pengutip brondolan sawit serta inovasi pemetikan buah sawit. “IPB University juga sudah berhasil menghasilkan inovasi helm dari limbah bungkil kosong kelapa sawit. Kami juga memiliki berbagai inovasi nanopartikel yang berasal dari limbah sawit,” ungkap Prof Arif Satria. Dalam kunjungannya itu, Menteri Datuk Hajah Zuraida binti Kamarudin mengatakan, melalui kunjungan dan kerjasama yang akan terjalin, diharapkan dapat membantu Indonesia dan Malaysia sebagai leading countries penghasil sawit terbesar di dunia. “Kami berharap dapat bersama-sama memajukan kelapa sawit dengan berbagai riset, kerjasama, riset robotik dan berbagai kegiatan lainnya,” terang Datuk Zuraida. Lebih lanjut ia menerangkan, kerjasama ini diharapkan juga dapat menghadapi blokade sawit di Eropa maupun Amerika. Dengan demikian, bersatunya kedua negara ini diharapkan dapat mengurangi tekanan dan memberikan ruang pemasaran sawit ke berbagai negara. Sumber: ipb.ac.id

Artikel Terkait