• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

INSTIPER Yogyakarta Bekali Mahasiswanya Ilmu Mengolah TBS Menjadi CPO Melalui Praktik Lapangan

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Untuk membekali mahasiswanya sebelum terjun ke industri, INSTIPER Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Praktik Lapangan (PL) yang diadakan KP2 SEAT Ungaran, Jawa Tengah.

Kegiatan ini diikuti 627 mahasiswa, terdiridari 88 mahasiswa dari prodi Teknologi Hasil Pertanian, 77 mahasiswa dari prodi Teknik Pertanian, 334 mahasiswa dari prodi Agroteknologi, dan 127 mahasiswa dari prodi Agribisnis, yang kini menjalankan kuliah di semester V.

Kegiatan PL merupakan bagian dari pembelajaran langsung di lapangan agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan keterampilan teknis secara nyata. Salah satu kegiatannya yaitu melatih mahasiswa untuk mengolah tandan buah segar (TBS) sawit menjadi minyak mentah sawit atau Crude Palm Oil (CPO), memanfaatkan fasilitas pilot plant.

PLT Ketua Prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP), Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Mohammad Prasanto Bimantio, S.T., M.Eng menyampaikan sebelum mengikuti kegiatan PL pengolahan kelapa sawit, para mahasiswa telah mengikuti PL budidaya kelapa sawit di kebun KP2 SEAT Ungaran.

“TBS yang telah dipanen kemudian dibawa dan diolah di pilot plant. Ada tujuh tahapan proses pengolahan TBS menjadi CPO di pilot plant INSTIPER. Proses ini mengikuti standar industri dan menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik,” ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi sawitindonesia.com

Lebih lanjut, Mohammad Prasanto Bimantio, menambahkan selain mengolah TBS menjadi CPO, mahasiswa juga diajarkan untuk mengolah produk turunan kelapa sawit lainnya seperti Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO), biodiesel, sabun, lilin, cookies, dan margarin.

“Kegiatan PL pengolahan TBS menjadi CPO ditujukan bagi mahasiswa praktik lapangan yang berasal dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Teknik Pertanian, Agribisnis, dan Agroteknologi,”imbuhnya.

Betti Yuniasih, S.Si., M.Sc., selaku kepala Hubungan Masyarakat INSTIPER yang juga merupakan dosen di Program Studi Agroteknologi menambahkan, kegiatan PL di INSTIPER bersifat berkesinambungan dengan melibatkan program studi yang ada di INSTIPER.

“PL pengolahan CPO juga ditujukan bagi mahasiswa Prodi Agroteknologi, hal ini dimaksudkan supaya mahasiswa Program Studi Agroteknologi tidak hanya memahami proses budidaya yang baik. Namun memiliki kesadaran untuk menghasilkan TBS dengan kualitas bagus dan memanen TBS dengan kualitas matang. Karena kualitas TBS yang dipanen akan mempengaruhi kualitas CPO yang dihasilkan,” katanya.

“Mahasiswa Program Studi Agribisnis juga mengikuti kegiatan PL pengolahan CPO untuk mendapatkan pemahaman bisnis proses industri kelapa sawit secara menyeluruh. PL pengolahan CPO juga ditujukan bagi mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian, hal ini dimaksudkan supaya mahasiswa memahami dalam proses pengolahan CPO memerlukan alat-alat dengan spesifikasi khusus sesuai fungsi masing-masing. Dengan demikian pemahaman mahasiswa tentang industri kelapa sawit menjadi holistik dari proses hulu hingga hilir,”sambung Betti.

Dengan semangat inovasi dan keberlanjutan, pengolahan TBS menjadi CPO di pilot plant INSTIPER menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi penggerak utama dalam pengembangan industri strategis nasional.

Melalui kegiatan PL, INSTIPER Yogyakarta sebagai institusi pendidikan yang menjadi pelopor dalam pengolahan sawit secara edukatif dan teknologi, tidak hanya mencetak lulusan berkualitas namun juga memberikan gambaran langsung tentang tahapan-tahapan penting dalam industri kelapa sawit.

Artikel Terkait