• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

Inovasi Batik Sawit Raih Penghargaan di IHYA 2025

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Perusahaan batik inovatifasal Yogyakarta, CV. Smart Batik Indonesia (Smart Batik), kembali menorehkan prestasi gemilang. Setelah sebelumnya dikenalkan langsung kepada Presiden Republik Indonesia pada gelaran APKASI Otonomi Expo 2025 dan karya nyata mpil digunakan aktor dan komedian-komedian pada Anugerah Komedi Indonesia (ANUKOM) 2025. Kini Smart Batik berhasil meraih penghargaan bergengsi Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2025 untuk kategori Industri Tekstil dan Apparel Halal Terbaik Subkategori Industri Kecil Menengah.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia pada puncak acara IHYA 2025 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, 25–28 September 2025. Dari total 1.031 peserta yang ikut serta, hanya 16 pemenang terbaik yang terpilih.

Penghargaan IHYA 2025 menjadi pijakan penting bagi Smart Batik untuk melangkah lebih jauh. Setelah dikenal Presiden, tampil di panggung ANUKOM 2025, dan kini meraih apresiasi industri halal nasional, Smart Batik menatap target baru: ekspansi ke pasar internasional dengan membawa narasi batik halal Indonesia sebagai simbol inovasi, budaya, dan keberlanjutan.

Smart Batik bukan pendatang baru dalam dunia inovasi batik. Sebelumnya, produk-produk batiknya telah mendapat sorotan nasional, termasuk dikenalkan kepada Presiden RI sebagai bagian dari showcase ekonomi kreatif pada APKASI Otonomi Expo 2025. Pada tahun yang sama, inovasi Batik Sawit dari Smart Batik juga dipilih sebagai salah satu busana dalam Anugerah Komedi Indonesia (ANUKOM) 2025, sebuah ajang prestisius bagi insan-insan komedi tanah air. Rangkaian prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Smart Batik konsisten menghadirkan karya yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga relevan dengan perkembangan zaman.

CV. Smart Batik Indonesia didirikan oleh pasangan inovator sekaligus pengusaha muda, Miftahudin Nur Ihsan (alumni beasiswa LPDP/MBA Universitas Gadjah Mada) dan Dinar Indah Lufita Sari (penerima beasiswa PMDSU/Program Doktor Kimia UGM). Smart Batik merupakan mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan, Kementerian Keuangan. Smart Batik membawa misi inovasi, pemberdayaan, dan keberlanjutan. Selain itu, perusahaan juga aktif dalam program sosial dan lingkungan, termasuk penanaman mangrove di pesisir Yogyakarta sebagai bagian dari tanggung jawab keberlanjutan.

Founder Smart Batik, Miftahudin Nur Ihsan mengatakan sejak berdiri pada 2018, Smart Batik dikenal sebagai pionir dalam inovasi batik.

“Bagi kami, batik adalah warisan budaya yang harus hidup dan relevan dengan tantangan zaman. Inovasi Batik Sawit adalah langkah kecil kami untuk menjadikan batik tidak hanya indah, tapi juga ramah lingkungan dan halal lifestyle,” katanya.

Dimulai dari pengembangan motif-motif tematik, seperti batik bermotif Sejarah, Sains, Matematika, Kimia, Mesin, Elektronika, dan Budaya. Kemudian dilanjutkan dengan pengembangan lilin batik berbasis sawit nabati sejak akhir 2023. Smart Batik menawarkan alternatif ramah lingkungan dengan bahan turunan sawit.

“Inovasi Batik Sawit ini memperoleh respon positif dan dukungan dari berbagai stakeholder, seperti Badan Pengelola Dana Perkebunan (Kementerian Keuangan), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), dan Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi DIY. Berkat pengembangan batik sawit ini, Smart Batik juga berhasil menjadi salah satu pelopor batik halal di Indonesia,” sambung Ihsan yang sempat mewakili Indonesia dalam ajang Innovation Festival di Suzhou China, akhir tahun lalu.

Inovasi batik ramah lingkungan dari turunan sawit menjadi masa depan industri teksil. Inovasidari Smart Batik ini sejalan dengan pernyataan Menteri Perindustrian di ajang IHYA 2025.

Ia menegaskan pentingnya inovasi bagi masa depan industri halal. “Transformasi industri halal bukan hanya soal sertifikasi, tetapi bagaimana pemanfaatan inovasi lokal dan teknologi bisa menjadikan produk Indonesia kompetitif di pasar global.

Artikel Terkait