• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Webinar Instiper Yogyakarta: Sawit Diuntungkan Kelimpahan SDM dan Teknologi

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Kelimpahan teknologi dan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di industri sawit di era industri 4.0 menjadi konsen pembahasan dalam webinar yang diadakan Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, pada Selasa (30 November 2021). Webinar yang diikuti lebih dari 400 peserta terdiri dari planter, akademisi, dan mahasiswa menghadirkan dua narasumber yaitu Suwardi,S.TP, M.Si (General Manager PT Wilmar Internasional Tbk) dan Dr. Ir. Herry Wirianata, M.S (Dosen Prodi Agriteknologi, Fak Pertanian, INSTIPER Yogyakarta) dan Dr. Sri Gunawan, S.P, M.P, Direktur AKPY-Stiper sebagai mederator. Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng, Rektor INSTIPER Yogyakarta menyampaikan dalam 15 tahun terakhir industri kelapa sawit yang menghasilkan komoditas andalan di Indonesia. Di sektor perkebunan ada masa keberlimpahan dan kelangkaan. Pada awal perkebunan dibangun baik di dunia maupun di Indonesia, SDA melimpah dan kebutuhan SDM belum banyak disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. “Tetapi, sekarang sebaliknya saat ini SDA terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia saat ini karena kebutuhan dan jumlah populasi bertambah. Sementara di sisi lain teknologi berlimpah sehingga kebalikan dengan kondisi masa lalu, teknologi sulit diakses dan didapat. Mengingat, perkebunan tak lain perkebunan kelapa sawit di saat ini dan mendatang harus berkelanjutan dan harus sesuai dengan prinsip dan kriteria yang disepakati oleh negara-negara lain dan negara kita,” ujarnya, saat memberikan sambutan. “Mengacu pada kondisi tersebut, maka dibutuhkan kemampuan untuk pemilihan SDM dan penerapan teknologi didukung dengan kemampuan SDM yang mampu menerapkan dan menjalankan teknologi dalam rangka menerapkan teknologi untuk meningkatkan kinerja baik di manajemen operasional dan finansial di dunia industri,” tambah Dr. Harsawardana. Sementara itu, Sri Gunawan, mengatakan melalui kegiatan webinar ini diharapkan bisa mengetahui penggunaan teknologi di perusahaan perkebunan swasta, negara dan perkebunan rakyat. Dan, kebutuhan SDM di industri sawit seperti apa? “Di era saat ini, kelapa sawit dikembangkan menjadi pangan dan energi baru terbarukan. Sementara di sisi lain industri sawit menghadapi berbagai tantangan dimulai dari kenaikan harga pupuk dan kenaikan biaya tenaga kerja, pemanasan global dan perubahan iklim yang menjadi tantangan bersama. Maka, dengan webinar ini diharapkan dapat mengetahui sejauh mana perkembangan teknologi di perkebunan swasta dan kebutuhan SDM di era milenial dan karakternya seperti apa?,” terangnya. Selanjutnya, ia mengatakan maka perguruan tinggi yang memiliki core di perkebunan, bagaimana menyiapkan SDM Milenial yang cocok dengan kebutuhan industri. “Kebutuhan industri ini yang perlu digali dan dikembangkan serta ditingkatkan sehingga target kelapa sawit berkelanjutan dapat terwujud,” lanjut Sri Gunawan. Terkait dengan kebutuhan teknologi dan pengembangan SDM di industri sawit berkelanjutan di era industri 4.0, Suwardi menjelaskan Perguruan Tinggi (INSTIPER Yogyakarta) dapat menyiapkan kurikulum yang paling tepat dan sesuai dengan tuntutan jaman. Di Indonesia selama 30 tahun terakhir, perkembangan knowledge perkelapasawitan berkembang cukup pesat.

Artikel Terkait