JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Rumah Sawit Indonesia (RSI) berharap calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang saat ini berkontestasi memperhatikan sektor sawit, sebab berkontribusi besar terhadap devisa negara. RSI meminta nantinya ada badan khusus yang mengurusi sawit selevel kementerian.
Sekretaris Umum RSI Muhamad Ferian menuturkan alasannya mengapa lembaga khusus sawit perlu dibentuk. Dia menuturkan sawit telah berkontribusi untuk devisa negara tidak kurang US miliar pada 2023.
“Soal lembaga, ada Kementerian yang menyumbangkan devisa US miliar tahun lalu [KKP]. Tapi mereka ada kementeriannya, masa yang menyumbang US miliar tidak punya kementrian. Jumlah petaninya 10 juta petani kira-kira,” ujar Ferian dalam media gathering RSI di Jakarta, Kamis (4/1/2023).
Menurutnya, siapapun pemimpin Indonesia yang tidak memperhatikan sektor sawit akan menghadapi masalah.
“Siapapun yang tidak perhatikan sawit ini, akan jadi masalah ke depan,” kata Ferian.
RSI didirikan oleh 17 orang yang mewakili pribadi atau perusahaan yang semuanya pelaku usaha sawit. RSI dideklrasikan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Medan pada 23 Juni 203.
Penulis: Indra Gunawan






