• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Industri Sawit Dorong Penyesuaian Kurikulum, Astra Agro Gandeng Universitas Brawijaya

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Kebutuhan industri kelapa sawit terhadap sumber daya manusia yang kompeten mendorong penyesuaian kurikulum pendidikan tinggi agar lebih relevan dengan dunia kerja. Hal ini tercermin dalam kolaborasi antara PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) dan Universitas Brawijaya, Malang.

Melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Restrukturisasi Kurikulum PS S2 Entomologi Pertanian dan PS Patologi Tumbuhan 2026” yang digelar pada 29 April 2026, di Universitas Brawijaya - Malang. Pada momen itu, dunia usaha dan akademisi duduk bersama merumuskan arah pembelajaran yang lebih aplikatif.

Ketua Program Studi Entomologi Universitas Brawijaya, Ahmad Rizali, menekankan bahwa perubahan kurikulum menjadi kebutuhan mendesak agar lulusan mampu menjawab tantangan industri.“Perubahan kurikulum perlu menyesuaikan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha tidak hanya memastikan relevansi kompetensi lulusan, tetapi juga membuka peluang penguatan riset aplikatif serta meningkatkan kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja.

Dorongan penyesuaian kurikulum ini sejalan dengan besarnya kontribusi industri sawit terhadap penyerapan tenaga kerja. Data Kementerian Pertanian menunjukkan jumlah tenaga kerja di sektor ini meningkat dari 12,5 juta orang pada 2015 menjadi sekitar 16,5 juta orang pada 2024. Dari jumlah tersebut, 9,7 juta merupakan tenaga kerja langsung, yang terdiri atas 5,2 juta pekerja perkebunan rakyat dan 4,5 juta karyawan perusahaan negara maupun swasta.

Direktur Astra Agro Lestari, Bandung Sahari, menilai kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menyiapkan lulusan yang siap terjun ke lapangan.

“Kolaborasi antara pelaku usaha dan universitas sangat penting, terutama dalam menghasilkan penelitian yang aplikatif, seperti pengendalian hama dan penyakit tanaman di perkebunan kelapa sawit,” katanya.

Ia menambahkan, kompleksitas pengelolaan perkebunan sawit menuntut pemahaman agroekologi yang kuat, sehingga kurikulum perlu dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Tak hanya aspek teknis, Astra Agro juga mendorong penguatan soft skill mahasiswa guna menciptakan ekosistem saintis yang mampu bersaing di tingkat global.

“Kita perlu bersama-sama membangun ekosistem saintis yang mampu bersaing di tingkat global,” tegasnya.

Selain itu, perusahaan juga membuka peluang kolaborasi riset dengan perguruan tinggi serta mendukung proses pembelajaran yang lebih dekat dengan kondisi nyata di lapangan.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Astra Agro dalam mendukung pengembangan pendidikan, riset, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan nasional.

Artikel Terkait