Berita Terbaru
Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian CLXXXII)
Proyeksi Konsumsi Industri Hilir Minyak Sawit
Berdasarkan asumsi yang dikemukakan konsumsi minyak goreng diproyeksikan meningkat dari 5,2 juta ton tahun 2013 meningkat menjadi 6,4 juta ton tahun 2020. Kemudian konsumsi minyak goreng meningkat dari 8,1 juta ton tahun 2030 dan menjadi 11,5 juta ton tahun 2050. Sementara itu konsumsi margarin/shortening/specialty fat diproyeksikan meningkat dari 0,37 juta ton tahun 2013 meningkat menjadi 0,46 juta ton tahun 2020. Kemudian konsumsi minyak goreng meningkat dari 0,59 juta ton tahun 2030 dan menjadi 0,83 ton tahun 2050.
Proyeksi Volume Konsumsi Domestik Produk Hilir 2013-2050 (Ton)
Tahun
Minyak Goreng
Margarine
Oleokimia/Detergen
Biodiesel
2013
5.221.000
378.000
562.054
1.500.000
2014
5.377.630
389.340
584.536
2.500.000
2015
5.538.959
401.020
607.918
4.262.000
2016
5.705.128
413.051
632.234
8.856.000
2017
5.876.281
425.442
657.524
9.190.000
2018
6.052.570
438.206
683.825
9.522.000
2019
6.234.147
451.352
711.178
9.856.000
2020
6.421.171
464.892
739.625
10.188.000
2025
7.260.076
525.629
862.818
20.649.792
2030
8.116.967
587.668
989.556
26.847857
2035
8.973.858
649.707
1.116.295
30.095.952
2040
9.830.749
711.746
1.243.034
33.344.048
2045
10.687.641
773.784
1.369.773
36.592.143
2050
11.544.532
835.823
1.496.512
39.840.238
Searah dengan pertumbuhan ekonomi didalam negeri, konsumsi oleokimia diproyeksikan meningkat dari 0,56 juta ton tahun 2013 meningkat menjadi 0,73 juta ton tahun 2020. Kemudian konsumsi oleokimia meningkat dari 0,99 juta ton tahun 2030 dan mencapai 1,49 juta ton tahun 2050.
Dengan percepatan mandatory biodiesel kedepan, konsumsi biodiesel diproyeksikan meningkat dari 1,5 juta ton tahun 2013 meningkat menjadi 10,18 juta ton (B20) tahun 2020. Kemudian secara bertahap kebijakan mandatory diproyekasikan meningkat menjadi B40 tahun 2030, konsumsi biodiesel meningkat dari 26,84 juta ton tahun 2030 dan menjadi 39,84 juta ton tahun 2050.
Sumber : GAPKI






