Berita Terbaru
Industri Minyak Sawit Indonesia Berkelanjutan (Bagian XLVII)
Elastisitas CPO terhadap PDRB non mogas Sumatera Selatan Bernilai 1,31. Peningkatan 10 persen produksi CPO meningkatkan 13 persen PDRB non migas sentra sawit Sumatera Selatan. Peningkatan PDRB non migas tersebut bersumber dari nilai tambah perkebunan kelapa sawit dan dampak multiplier nilai tambah perkebunan kelapa sawit pada sektor-sektor ekonomi di sentra sawit Sumatera Selatan.
Dalam PDRB non migas Kalimantan Tengah perkebunan kelapa sawit menempati ururan ketiga setelah tambang dan karet. Meskipun dalam urutan ketiga, produksi CPO berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB non migas sentra sawit di Kalimantan Tengah. Peningkatan produksi CPO meningkatankan PDRB non migas sentra sawit Kalimantan Tengah.
Berbeda dengan sentra sawit Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Selatan, elastisitas CPO bernilai 0,76 persen (in elastic). Peningkatan produksi CPO sebesar 10 persen, meningkatkan 7,6 persen PDRB non migas sentra sawit Kalimantan Tengah. Peningkatan PDRB non migas sentra sawit tersebut disumbang baik oleh nilai tambah perkebunan kelapa sawit maupun melalui dampak multiplier.
Perekonomian Sentra Sawit Bertumbuh Lebih Cepat Dibandingkan Non Sentra Sawit
Kontribusi positid dan elastisitas dari produksi CPO terhadap PDRB non migas sentra sawit di Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan dan Klaimantan Tengah, secara lintas waktu (overtime) menyebabkab pertumbuhan PDRB non migas sentra-sentra sawit lebih cepat dari pada pertumbuhan PDRB non sentra sawit . Akibatnya, dengan meningkatnya produksi CPO, PDRB non migas sentra sawit makin meninggalkan PDRB non migas non sentra sawit.
Sumber: PASPI






