• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Indonesia Targetkan Biodiesel B50 Mulai 2026, Butuh 19 Juta KL Minyak Sawit

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Indonesia tengah menyiapkan langkah besar dalam pengembangan energi bersih dengan rencana penerapan biodiesel B50 pada 2026. Program ini disebut sebagai salah satu strategi pemerintah untuk mendukung transisi energi sekaligus meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit dalam negeri.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa untuk memenuhi target B50, dibutuhkan campuran Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sekitar 19,73 juta kiloliter (KL). Angka tersebut setara dengan tambahan pasokan dari lahan kelapa sawit seluas 2,3 juta hektare.

Namun, pemerintah juga menyiapkan opsi cadangan berupa penerapan B45 apabila target B50 sulit tercapai. Untuk B45, kebutuhan FAME lebih rendah yakni sekitar 17 juta KL.

“Saat ini kita masih melakukan assessment. Kalau B45 kebutuhan FAME sekitar 17 juta kiloliter, sedangkan untuk B50 mencapai 19 juta kiloliter,” kata Yuliot di Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Menurutnya, pemetaan sedang dilakukan guna menentukan apakah langsung melompat ke B50 atau bertahap melalui B45. Meski demikian, pemerintah tetap mendorong agar implementasi mandatori biodiesel B50 dapat terealisasi pada 2026.

Sejauh ini, Indonesia telah mencapai mandatori biodiesel B40. Kebijakan tersebut berhasil memberi sejumlah manfaat, di antaranya: Menghemat devisa hingga US$ 9,3 miliar atau sekitar Rp147,5 triliun dan juga memberikan nilai tambah industri sawit domestik sebesar Rp20,98 triliun.

Yuliot menegaskan, selain berdampak ekonomi, program ini juga memperkuat komitmen Indonesia menuju net zero emission melalui penyediaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

“Dampaknya terhadap energi bersih dan lingkungan akan semakin baik ke depan. Ini bagian dari upaya kita untuk mencapai target net zero emission,” pungkasnya.

Artikel Terkait