• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

Indonesia Mencatatkan Surplus USD 734 Juta

Jakarta, Sawit Indonesia - Korsel adalah mitra dagang ke-5 tujuan ekspor dan asal impor ke-8 bagi Indonesia. Berdasarkan data yang diolah Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia-Korsel selama lima tahun terakhir (2019--2023) tumbuh 12,6 persen. Neraca perdagangan kedua negara mencatatkan surplus USD 734 juta bagi Indonesia pada 2023.

Pada 2023, komoditas ekspor utama Indonesia ke Korsel yaitu batu bara (selain antra sit dan bitumen), gas petroleum, bijih tembaga, monitor dan proyektor, dan asam lemak. Komoditas impor utama Indonesia dari Korsel yaitu batu bara tidak diaglomerasi, gas minyak bumi dan gas hidrokarbon lainnya, serta bijih tembaga dan konsentratnya. Berikutnya, aparatus penerima elektronik, minyak sawit dan fraksinya, amonia, batubara bitumen, minyak bumi dan minyak dari mineral mengandung bitumen, kayu lapis dan asam lemak monokarboksilat industri.

Terkait investasi, Korsel adalah sumber investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) ke-7 bagi Indonesia. Pada 2023, Korsel menanamkan USD 2,5 miliar (naik 10,7 persen yoy) di Indonesia dalam 5.895 proyek (naik 102,7 persen yoy). Sektor investasi Korseldi Indonesia meliputi industri mesin dan elektronik; listrik, gas, dan air; industri barang dari kulit dan alas kaki.

Sumber: kemendag.go.id

Artikel Terkait