Jakarta, Sawit Indonesia - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga optimistis negosiasi Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia - Uni Eropa (Indonesia - European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA) segera selesai. Hal ini diungkapkan Wamendag Jerry saat melakukan wawancara dengan Bloomberg di sela - sela kunjungan kerja ke Brussels, Belgia, Selasa (24/9).
“Pemerintah Indonesia optimis negosiasi IEU-CEPA dapat segera selesai. Komitmen kedua belah pihak memperlihatkan adanya kemajuan yang signifikan dari perundingan tersebut,” kata Wamendag Jerry.
Wamendag Jerry menerangkan, sebagian besar permasalahan dalam pembahasan seperti, penanganan pada pengadaan pemerintah, perusahaan atau badan usaha milik negara, dan aturan - aturan lain telah berhasil diselesaikan. Namun, beberapa topik yang terkait bea ekspor, perizinan impor, bahan baku, dan elektronik masih dibahas lebih lanjut.
“Kami berharap IEU - CEPA akan selesai sesuai target Presiden Joko Widodo yaitu pada akhir bulan Oktober, sebelum pelantikan pemerintahan yang baru,”pungkas Wamendag Jerry.
Uni Eropa merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Pada 2023, total perdagangan keduanya tercatat sebesar USD 30,8 miliar. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Uni Eropa tercatat sebesar USD 16,7 miliar, sedangkan impor Indonesia dari Uni Eropa sebesar USD 14,1 miliar.
Pada 2023, produk ekspor andalan Indonesia ke Uni Eropa di antaranya minyak kelapa sawit dan fraksinya, bijih tembaga dan konsentratnya, asam lemak monokarboksilat industri, alas kaki, serta residu minyak padat dari ekstraksi saturan. Sementara impor utama Indonesia dari Uni Eropa meliputi mobil dan kendaraan bermotor untuk penumpang, obat - obatan, kendaraan bermotor untuk angkutan barang, mesin pembuat bubur kertas, serta pipa dari besi.
Sumber: kemendag.go.id






