Jakarta, SAWIT INDONESIA - Himpunan Profesional Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto dalam upaya membangun kedaulatan pangan dan energi di Indonesia.
"Seperti yang kita ketahui, Presiden Prabowo Subianto, telah mencanangkan program Swasembada Pangan dan Energi yang bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan dan energi dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada impor, dan membangun kemandirian bangsa yang kuat dan berkelanjutan," urai Syarif Rafinda, Ketua Umum HIPKASI dalam Dialog dan Pengukuhan Pengurus HIPKASI di Jakarta, Sabtu (16 November 2024).
Syarif menjelaskan bahwa bagi industri sektor kelapa sawit, program swasembada bukan hanya visi tetapi juga tantangan sekaligus peluang. Kelapa sawit tidak hanya berperan penting dalam penyediaan bahan baku pangan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber energi terbarukan melalui produk turunan seperti biodiesel.
Karena itulah sebagai respons atas visi Swasembada Pangan dan Energi, maka Himpunan Profesional Kelapa Sawit Indonesia memiliki 4 strategi untuk mendukung perwujudan program tersebut.
Pertama, Program Peningkatan Produktivitas dan KualitasKami berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas dan kualitasperkebunan kelapa sawit, baik melalui pelatihan teknis, sertifikasi, maupun penerapan praktik-praktik terbaik yang ramah lingkungan dan efisien. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen tanpa harus memperluas lahan, sehingga mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan.
Kedua, Pembangunan Kapasitas SDM dan Sertifikasi KompetensiHimpunan Profesional Kelapa Sawit Indonesia berfokus pada pengembangan sumber daya manusia yang profesional dan kompeten. Kami akan menjalankan berbagai program sertifikasi dan pelatihan, baik di level petani kecil maupun profesional manajerial, untuk memastikan semua pihak yang terlibat memiliki kemampuan dan standar kerja yang tinggi.
Ketiga, Pemanfaatan Energi Berkelanjutan Dalam mendukung Swasembada Energi, kami akan mendorong pemanfaatan energi terbarukan dari kelapa sawit, terutama melalui pengembangan biodiesel yang ramah lingkungan. Kami berharap langkah ini dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional.
Keempat, Riset dan Inovasi Berbasis TeknologiKami akan mendorong kolaborasi antara kalangan akademisi, pemerintah, dan swasta dalam bidang riset dan teknologi. Inovasi diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan produksi kelapa sawit agar dapat menjawab tantangan global dan nasional, serta memastikan produk kelapa sawit kita dapat bersaing di pasar internasional.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Sofyan Djalil (Menteri ATR/BPN Periode 2016-2022), Heru Tri Widarto (Plt. Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI), Ardi Praptono (Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Tanaman Palma Kementerian Pertanian RI), dan Delima Azhari (Ketua Umum GPPI).














