Jakarta, SAWIT INDONESIA - PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) memanfaatkan ajang GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026 untuk memperkenalkan inovasi terbarunya di segmen kendaraan niaga. Dalam pameran yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (8 April 2026), perusahaan meluncurkan bus dengan sistem penggerak empat roda (4x4) yang menyasar kebutuhan operasional di sektor berat.
Peluncuran Hino Bus 136 MDBL 4x4 menandai langkah ekspansi produk perusahaan ke segmen kendaraan khusus dengan kemampuan lintas medan ekstrem. Model ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri seperti perkebunan dan pertambangan, yang menuntut mobilitas di area dengan kondisi jalan yang tidak standar.
Wakil Presiden Direktur HMSI, Alex Sutisna, mengatakan pengembangan produk tersebut didasarkan pada kebutuhan spesifik tiap sektor industri yang berbeda.
“Hino memahami bahwa setiap sektor industri memiliki kebutuhan operasional yang berbeda. Kami ingin menghadirkan solusi transportasi yang aman dan andal bagi perusahaan perkebunan maupun pertambangan,” ujarnya di sela peluncuran.
Secara fungsi, bus ini difokuskan untuk mendukung mobilitas pekerja dari area hunian atau kantor menuju lokasi operasional yang berada di medan berat. Berbeda dari bus konvensional, kendaraan ini mengusung sistem penggerak 4x4 yang memungkinkan distribusi tenaga ke seluruh roda, sehingga meningkatkan traksi di permukaan jalan yang sulit.
Selain itu, Hino menyematkan sejumlah fitur penunjang stabilitas, seperti stabilizer depan dan desain lebar jejak roda yang lebih luas guna meminimalkan gejala body roll. Ground clearance yang tinggi juga menjadi nilai tambah untuk memastikan kendaraan tetap optimal saat melintasi jalur berlumpur, berbatu, maupun tanjakan curam.
Langkah ini mencerminkan strategi Hino dalam memperluas portofolio kendaraan niaga berbasis kebutuhan industri, sekaligus memperkuat posisinya di pasar kendaraan komersial yang semakin kompetitif, khususnya pada segmen kendaraan operasional di sektor sumber daya alam.






