Jakarta, SAWIT INDONESIA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Paliwang berkomitmen membangun hilirisasi sawit di daerahnya untuk menggerakkan perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani.Niatan ini disampaikan saat menerima audiensi pelaku sawit yaitu Waketum APKASINDO Suhendrik, Wakil Rektor IV Politeknik CWE, dan Nicko Arywibowo GM Commercial PT Tribuana Solusi Inovasi Teknologi di Jakarta, Selasa (20 Mei 2025).
“Rapat ini juga dihadiri oleh Kadis Pertanian Kaltara Heri Rudiyono dan Kabid Perkebunan Freddy Sampe,” ujar Suhendrik saat menyampaikan hasil rapat kepada sawitindonesia.com.
Rencana pembangunan refineri telah dirancang dalam Paper Feasibility Study Pembangunan Industri Minyak Goreng Kelapa Sawit Kalimantan Utara, di dalamnya dijelaskan potensi perkebunan sawit seluas 584,7 ribu ha dengan produksi 630 ribu ton per tahun.
Selama ini kebutuhan minyak goreng berasal dari luar Kaltara yaitu Jawa Timur dan Malaysia. Kebutuhan per kapita minyak goreng masyarakat Kaltara sebanyak 10 84 liter per orang. Total kebutuhan minyak goreng dalam setahun mencapai 8.672 ton.
Pabrik sawit minyak goreng yang dibutuhkan berkapasitas 50 ton per hari. Nilai investasinya Rp 30 miliar-Rp 50 miliar. Kebutuhan CPO untuk pabrik minyak goreng sebanyak 52.631 ton.
Saat ini, Jumlah pabrik kelapa sawit di Kaltara baru sebanyak 20 pabrik. Jumlah ini belum dapat menampung produksi kelapa sawit, sehingga perlu penambahan ketersediaan pabrik.
“Dengan adanya paparan FS ini, kita berharap memperoleh gambaran yang objektif dan komprehensif dari aspek teknis, aspek kebijakan, keuangan dan finansial, Investasi dan pemasaran, ekonomi, sosial dan budaya,” kata Zainal.














