• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Hasil Penelitian Dua Dosen INSTIPER Yogyakarta Peroleh Paten

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA –Dua dosen dari Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta berhasil memperoleh hak paten dari hasil penelitiannya. Penelitian yang dilakukan mengembangkan inovasi berbasis biomassa di bidang Perkebunan dan kehutanan, yang menghasilkan produk-produk inovatif yang berkelanjutan.

Yaitu Kuni Faizah,S.Si., M.Sc (Dosen Program Studi Teknik Pertanian) dan Dina Mardhatillah,S.Tp., M.Si (Dosen Program Studi Teknologi Hasil Pertanian), kedua Perempuan ini memperolehpaten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual – Kementerian Hukum dan HAM (sekarang Kementerian Hak Asasi Manusia/HAM).

Hasil penelitian yang dilakukan dua akademisi dari INSTIPER Yogyakarta ini, mengolah tandan kosong kelapa sawit dan sabut kelapa yang menghasilkan asap cair sebagai porous agent.Porous agent dapat digunakan untuk membuat gypsum berpori secara alami tanpa tambahan bahan kimia berbahaya, sehingga lebih ramah lingkungan. Paten tersebut merupakan salah satu luaran hasil Penelitian Dosen Pemula tahun 2019.

Seperti diketahui, tandan kosong kelapa sawit merupakan hasil samping dari pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi minyak mentah sawit atau crude palm oil (CPO). Selama ini, janjang kosong sawit banyak dikembalikan ke dalam kebun kelapa sawit untuk sumber bahan organik.

Kuni Faizah yang saat ini sedang menempuh pendidikan S3 di Fakultas Fisika, Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan, invensi (temuan) ini berhubungan dengan asap cair yang berasal dari limbah biomassa tandan kosong kelapa sawit dan sabut kelapa yang mengandung hemiselulosa, selulosa, dan lignin yang dapat digunakan sebagai porous agent pada gypsum.

“Asap cair dihasilkan melalui proses pirolisis dengan suhu 250-350 °C selama 4-6 jam. Proses ini merupakan degradasi termal limbah biomassa perkebunan untuk dikonversi menjadi asap yang selanjutnya dikondensasi menjadi asap cair,” jelasnya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sawitindonesia.com, pada Selasa (27 Mei 2025).

“Selama penelitian pihaknya melibatkan mahasiswa untuk ikut aktif dalam penelitian sehingga mahasiswa akan mendapatkan pengalaman penelitian, meningkatkan pengetahuan dan skill-nya,” imbuh Kuni Faizah.

Sementara, Dina Mardhatilah yang juga sedang menyelesaikan studi doktoralnya di School of Management, Universitas Sains Malaysia menambahkan, asap cair yang dihasilkan tersebut berfungsi sebagai porous agent pada gypsum board yang akan membentuk pori melalui proses fisika gas blowing.

“Kandungan Volatile Organic Compounds(VOCs) berupa fenol, asam karboksilat, dan gugus karbonil mudah menguap sehingga mengakibatkan terjadinya fenomena gas blowing yang akan menghasilkan struktur berpori,” jelasnya, menambahkan.

Penelitian dan paten yang telah diperoleh membuktikan bahwa sawit itu baik, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Hasil samping atau yang sering disebut sebagai “limbah kelapa sawit” pun bisa diolah untuk meningkatkan nilai tambah.

Tandan kosong kelapa sawit mempunyai potensi besar untuk dikembangkan menjadi bahan bangunan ramah lingkungan. Gypsum berpori yang dihasilkan bisa lebih ringan dan memiliki keunggulan untuk insulasi suara atau panas.

Bagi INSTIPER Yogyakarta, hal ini menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan dapat berkontribusi langsung dalam meningkatkan nilai tambah produk sawit, bukan hanya dari sisi budidaya, tetapi juga dari sisi pemanfaatan limbahnya. Hal ini memperkuat peran INSTIPER Yogkakarta sebagai lembaaga pendidikan tinggi yang aktif dalam inovasi berbasis sawit dan pertanian berkelanjutan.

Artikel Terkait