• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Gubernur Papua Selatan Dukung Penuh APKASINDO Bagi Kesejahteraan Petani Sawit

Merauke, SAWIT INDONESIA - Penjabat Gubernur Papua Selatan, Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST, MTmenyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan acara pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Papua Selatan dan Workshop Penguatan Kelembagaan dan Kemitraan Petani Kelapa Sawit Papua Selatan di Merauke, Senin (7/7/2025). Kegiatan ini mendapatkan dukungan pula dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan peran strategis Apkasindo dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani, yang menjadi kunci peningkatan produktivitas kebun sawit rakyat dan kesejahteraan masyarakat.

"Saya sebagai Gubernur Papua Selatan sangat mendukung kegiatan Apkasindo ini. Peran aktif Apkasindo dalam meningkatkan kualitas SDM petani tidak hanya berkontribusi pada produktivitas kebun sawit, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan petani," ujar Pj. Gubernur Apolo Safanpo yang disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Papua Selatan, Petrus Assem, S.Sos., MM.

Gubernur menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Selatan senantiasa berkomitmen mendukung petani sawit, khususnya melalui penguatan SDM dan kelembagaan. Apkasindo diharapkan dapat menjadi jembatan dalam menyelesaikan potensi konflik antara petani, perusahaan, dan pemerintah daerah. "Penguatan kelembagaan Apkasindo akan membantu menciptakan sinergi yang harmonis demi kemajuan bersama," tambahnya.

Provinsi Papua Selatan, dengan luas hutan yang mencapai ribuan hektare, memiliki potensi besar untuk pengembangan sektor perkebunan. Berdasarkan data terbaru, terdapat 30 perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah ini, baik yang sudah beroperasi maupun masih dalam tahap pembangunan. Gubernur menyebutkan, dua kabupaten utama, yakni Merauke dan Boven Digoel, menjadi pusat aktivitas perusahaan sawit saat ini. Sementara itu, Kabupaten Mappi dan Asmat, yang belum memiliki perusahaan sawit, memiliki potensi besar untuk pengembangan kebun sawit rakyat di masa depan.

"Sinergi antara petani, perusahaan, dan pemerintah daerah sangat penting untuk mempercepat pembangunan, terutama di daerah ekonomi baru. Kami mendorong Apkasindo untuk mengawal hilirisasi industri sawit di Papua Selatan agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat," ungkap Gubernur.

Gubernur juga menyoroti Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025 tentang Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO), yang diterbitkan pada 19 Maret 2025. Peraturan ini menjadi tonggak penting dalam tata kelola sawit berkelanjutan di Indonesia, memastikan keberlanjutan diterapkan dari hulu hingga hilir industri sawit nasional. "Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan industri sawit, yang juga sejalan dengan visi pembangunan Papua Selatan," tegasnya.

Gubernur mendorong Apkasindo untuk terus memperjuangkan kepentingan petani dan memajukan hilirisasi industri sawit di Papua Selatan. "Kabupaten Mappi dan Asmat memiliki potensi besar untuk pengembangan kebun sawit rakyat. Kami berharap Apkasindo dapat berperan aktif dalam mewujudkan potensi ini," tuturnya.

Acara pengukuhan DPW Apkasindo Selatan dan workshop ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan petani, perusahaan sawit, dan pemerintah daerah. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan dan kolaborasi demi kemajuan industri kelapa sawit yang berkelanjutan di Papua Selatan.

Artikel Terkait