Accra, SAWIT INDONESIA - Chief Executive Officer Tree Crops Development Authority (TCDA) Republik Ghana, Hon. Dr. Andrews Osei Okrah, menyampaikan bahwa saat ini Ghana masih berstatus sebagai net importer minyak kelapa sawit, meskipun tanaman sawit berasal dari kawasan Afrika Barat. Kondisi tersebut mendorong pemerintah Ghana untuk meningkatkan produktivitas lahan eksisting sekaligus membuka 100 ribu hektare kebun sawit baru.
“Targetnya dalam 10 tahun ke depan Ghana bisa bertransformasi dari net importer menjadi net exporter sawit global. Peningkatan produktivitas dan perluasan lahan menjadi bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan pendapatan berkelanjutan,” ujar Dr. Andrews.
Menurutnya, sektor tanaman perkebunan Ghana mewakili salah satu peluang paling menarik bagi pertumbuhan ekonomi inklusif dan transformasi industri. GTCIS 2026 bukan sekadar konferensi ini adalah platform untuk menunjukkan kesiapan investasi, menjalin kemitraan jangka panjang, dan membangun rantai nilai yang berdaya saing global.
“Kami mengundang investor, inovator, dan pemangku kepentingan di seluruh ekosistem untuk bergabung dengan kami dalam membentuk babak selanjutnya dari ekonomi pertanian Ghana," tambahnya.
Konferensi bertemakan “Sustainable Growth Through Investment in Tree Crops: Resetting and Building Ghana’s Green Economy” yang dihadiri lebih dari 6.000 peserta, termasuk investor institusional, lembaga keuangan pembangunan, operator agroindustri, pembuat kebijakan, dan mitra dagang dari Afrika dan sekitarnya.
TCDA bermaksud memanfaatkan kehadiran ini untuk menjalin kemitraan dan mengamankan komitmen keuangan yang dibutuhkan untuk mengembangkan rantai nilai. Media lokal melaporkan bahwa pendanaan, jika diperoleh, akan mendukung perluasan pengolahan lokal, meningkatkan pendapatan produsen, dan mengurangi ketergantungan pada ekspor komoditas mentah.
“Sektor tanaman perkebunan tahunan di Ghana merupakan salah satu peluang paling menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi inklusif dan transformasi industri,” urai Andrews.
Lembaga ini bertujuan untuk memobilisasi komitmen investasi sebesar 0 juta untuk masing-masing dari enam komoditas strategis dengan total keseluruhan 0 juta. Komoditas yang ditargetkan adalah jambu mete, kelapa sawit, karet, kelapa, shea, dan mangga.
Selain fokus hulu, pemerintah Ghana juga bertekad memperkuat sektor hilir. Presiden Mahama menegaskan bahwa Ghana tidak ingin lagi berpuas diri sebagai pengekspor minyak sawit mentah (CPO). Ke depan Ghana akan fokus pada pengembangan industri turunan atau downstream industry untuk menciptakan nilai tambah bagi negara.














