• Senin, 21 September 2026
Berita Terbaru

Genjot Diplomasi Dagang ke AS, Pemerintah RI Targetkan Tarif Nol Persen untuk Sawit

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Pemerintah Indonesia tengah memperkuat diplomasi dagang dengan Amerika Serikat (AS) guna membuka peluang ekspor yang lebih kompetitif bagi sejumlah komoditas unggulan nasional. Fokus utama negosiasi adalah menekan tarif impor menjadi 0% bagi produk strategis seperti crude palm oil (CPO), kopi, kakao, dan nikel.

Meski saat ini tarif resiprokal sudah turun dari 32% menjadi 19%, pemerintah menilai langkah tersebut belum cukup untuk mendorong daya saing ekspor Indonesia.

“Presiden sudah menegaskan, meski tarif final ditetapkan 19%, ruang negosiasi masih ada. Kita berupaya agar komoditas utama bisa dibebaskan dari tarif sama sekali,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, di Jakarta, Jumat (18/7).

Menurut Susiwijono, pemerintah tengah menyusun daftar komoditas yang berpotensi memperoleh tarif 0% untuk diajukan ke AS. Ia optimistis negosiasi dapat menguntungkan Indonesia, mengingat posisi tarif yang saat ini sudah lebih rendah dibanding sejumlah negara penyumbang defisit perdagangan bagi AS.

“Bahkan di ASEAN, posisi tarif kita relatif lebih kompetitif, di luar Singapura yang justru memberi surplus bagi AS,” ujarnya.

Jika target ini tercapai, peluang Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke pasar Amerika akan semakin besar, sekaligus memperkuat posisi produk nasional di tengah ketatnya persaingan global. Pemerintah menilai penghapusan tarif dapat menjadi kunci dalam memperluas pasar dan meningkatkan kontribusi sektor ekspor terhadap perekonomian nasional.

Artikel Terkait