• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Gelar Rakernas, Apkasindo Undang Satgas PKH Sawit dan Bahas Peran Strategis Petani Sawit Terkait Pangan dan Energi

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) dijadwalkan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung selama dua hari, di Jakarta pada 18-19 Maret 2025.

Dalam Rakernas ini, jajaran pengurus DPP dan DPW APKASINDO akan menysusun semangat baru untuk mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Seminar yang membahas peranan Industri Sawit untuk mengisi kebutuhan pangan dan energi dan peran petani sawit yang mengelola 6,87 juta hektar dari 16,38 juta hektar kebun sawit Indonesia.

Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Gulat ME Manurung, M.P.,C.IMA, mengatakan bahwa Rakernas kali ini memang jauh berbeda dari sebelumnya dan sudah dinantikan petani sawit dari 25 Provinsi APKASINDO.

“Antusias dari peserta yang akan hadir terpaksa kami batasi, hanya perwakilan DPW APKASINDO dari 25 Provinsi saja ditambah pengurus harian DPP APKASINDO dan Ketua-Ketua Departemen. Beberapa Provinsi terdekat dengan Pulau Jawa bahkan berencana akan memborong bus ke Jakarta, tapi saya larang, demi ketertiban bersama,” tegas Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Riau ini.

Dikatakan Gulat bahwa ada yang urgen dan segera diselesaikan karena terjadi sumbatan informasi kepada petani sawit pasca terbitnya Perpres 5 Tahun 2025.

“Terus terang kami level petani kebingungan dengan isu dan foto-foto yang bertaburan di medsos sawit. Nah supaya jangan sampai semakin liar isu yang beredar di tengah petani sawit yang jumlahnya mencapai 28 juta KK, termasuk pekerja sawit, untuk itu DPP APKASINDO sudah berkomunikasi dengan Bapak Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO, Bapak Jend TNI (Purn) Dr Moeldoko,” urai Gulat.

Selanjutnya, dijelaskan Gulat, Apkasindo sudah berkordinasi ke Kementerian/Lembaga terkait yang difasilitasi oleh Ketua Dewan Ekonomi (DEN) Bapak Luhut Panjaitan yang kebetulan juga Pak Luhut adalah Dewan Kehormatan DPP APKASINDO dan Menteri BAPPENAS/PPN Prof Rachmat Pambudi sudah memberikan arahan bagaimana rencana Pemerintah kedepannya terkhusus pasca masuknya Sawit sebagai komoditi strategis di RPJM/P 2024-2045.

“Alhamdulilah, Pak Luhut Panjaitan langsung menelepon Jampidsus Kejagung, Menteri Kehutanan, Menteri BAPPENAS saat kami menghadap dan Pak Luhut langsung menjembataninya," kata Gulat.

“Semoga dengan komunikasi yang baik yang sudah kami laksanakan lalu pihak yang diundang berkenan hadir sebagai keynote speaker. Ini sangat urgen sebelum semuanya terlambat, isu di bawah sangat liar, simpang siur dan harus segera diberikan pencerahan kepada kami petani sawit yang tersebar dari Aceh sampai Papua pada Rakernas tersebut,” ujar Gulat.

Gulat mengatakan Rakernas ini dibagi dalam dua sesi, pertama sesi Pembahasan issu terkini dan Sesi kedua acara internal organisasi. Di acara internal ini akan dibuat kesimpulan strategis dan tindak lanjutnya untuk disampaikan kepada Bapak Presiden Prabowo dan estafet disampaikan ke 25 Provinsi Sawit. Selain itu, Rakernas juga akan mengevaluasi rencana kerja jangka pendek dan jangka panjang, karena pada beberapa bulan terakhir sangat berdinamika situasi perkelapasawitan Indonesia dan dunia.

“Memang kami petani sawit harus membicarakan banyak hal strategis, terkhusus membangun semangat baru dalam hal mendukung program kemandirian pangan dan energi, sebagaimana arahan Bapak Presiden di beberapa pertemuan kenegaraan,” kata Gulat.

Rakernas APKASINDO di hari pertama akan dihadiri Jend. TNI (Purn) Moeldoko sebagai Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO. Selanjutnya, Menteri PPN/ Bappenas RI, Prof. Rachmat Pambudy akan menyampaikan pidato kunci dalam pembukaan Rakernas APKASINDO.

Setelah itu akan dilanjutkan diskusi yang menghadirkan 4 narasumber yaitu Sjafrie Sjamsoeddin (Menteri Pertahanan), Febrie Adriansyah (Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus/JAMPIDSUS (Ketua Satgas PKH Sawit), Heru Tri Widarto (Plt. Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI), dan Eddy Abdurrachman (Dirut BPDPKS).

Kemudian akan dilanjutkan pembahasn program kerja dari masing-masing bidang organisasi APKASINDO: Bidang Organisasi, Keanggotaan, Hukum dan Advokasi 2. Bidang PSR, Sarpras, Pelatihan, Pendidikan, dan Pengembangan SDM 3. Bidang Tata Niaga, Hilirisasi, Penelitian dan Keberlanjutan 4. Bidang Kemitraan, Koperasi, Hub. Antar Lembaga dan Pengembangan Usaha 5. Bidang Promosi, Media, Pemasaran, Hub. Internasional dan Diplomasi Sawit.

Pada 19 Maret di hari kedua, jajaran pengurus DPP dan DPW APKASINDO akan mengunjungi PT Pindad di Bandung sebagai BUMN alat pertahanan dan non pertahanan. Dijadwalkan, APKASINDO dan PT Pindad akan menandatangani nota kesepahaman pembelian alat berat untuk mendukung mekanisasi perkebunan sawit.

Gulat menegaskan sebuab kebanggan bagi petani sawit bisa menggunakan produksi PINDAD untuk mendukung kerja petani di perkebunan sawit.

“Selama ini petani hanya mengetahui PINDAD memproduksi alat-alat perang kemiliteran, ternyata PINDAD juga berkenan menolong kami petani sawit melalui Produk Mekanisasi Pertanian,” pungkasnya.

Artikel Terkait