• Sabtu, 3 Oktober 2026
Berita Terbaru

GAPKI Optimalkan Sumber Daya Genetik Benih Sawit dari Tanzania Bagi Peningkatan Produksi

Sergai, SAWIT INDONESIA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mendukung pemerintah dalam upaya memperkuat Sumber Daya Genetik (SDG) baru kelapa sawit yang didatangkan dari Tanzania. Kegiatan pelepasan benih sawit ini dilakukan di Kebun Tanah Besi PT Socfindo, Kabupaten Sergai, Sumatera Utara, Selasa (5/5/2026). Hal ini menandai langkah strategis dalam menjawab tantangan stagnasi produksi sawit nasional selama lima tahun terakhir.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menyatakan bahwa penemuan dan pendistribusian SDG ini merupakan fondasi utama untuk meningkatkan produktivitas, ketahanan terhadap hama, serta adaptasi tanaman terhadap perubahan iklim.

"Kegiatan ini hari ini tidak hanya mendistribusikan sumber daya genetik, tetapi menatap masa depan baru produktivitas kelapa sawit Indonesia," ujar Eddy dalam sambutannya.

Program ini merupakan hasil kolaborasi luas antara GAPKI, Kementerian Pertanian, Badan Karantina Indonesia, dan Pemerintah Tanzania. Tercatat sebanyak 102 aksesi SDG berhasil didatangkan, yang terdiri dari: 76 aksesi tipe buah nigrescens, 26 aksesi tipe buah virescens, secara genetik, komposisinya meliputi 84 aksesi tipe dura dan 18 aksesi tipe tenera.

"Dengan hadirnya SDG baru dari Tanzania ini, kita membuka peluang besar untuk lebih memperkaya keragaman genetik yang kita miliki," jelas Eddy.

Sebelum didistribusikan, benih-benih tersebut telah melewati proses pengujian karantina yang ketat serta tahap pengecambahan dan pembibitan di kebun PT Socfin Indonesia, Sumatera Utara

Setelah itu, benih sawit asal Tanzania ini akan digunakan juga kepentingan penelitian dan lembaga riset untuk menghasilkan klon-klon unggul baru yang lebih produktif. Eddy Martono menegaskan bahwa momen ini bukanlah akhir dari riset, melainkan awal dari transformasi industri sawit yang lebih berdaya saing di kancah global.

"Kami berharap agar pemanfaatan SDG ini dapat dilakukan secara optimal, terencana dan bertanggung jawab. Pengelolaan yang baik akan menghasilkan varietas unggul yang selain mampu meningkatkan produksi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat industri, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan,"tambahnya.

Selain Tanzania, GAPKI juga mengumumkan rencana eksplorasi lanjutan ke Zambia untuk terus memperkaya plasma nutfah kelapa sawit Indonesia guna menjamin keberlanjutan industri di masa depan.

Acara ini turut dihadiri oleh Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Ali Jamil, perwakilan Badan Karantina Indonesia, Duta Besar Tanzania untuk Indonesia H.E. Mr. Macocha Moshe Tembele, serta jajaran pimpinan perusahaan konsorsium kelapa sawit nasional.

Artikel Terkait