• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

GAPKI Dukung 2nd Expouse 2025 yang Diadakan Politeknik LPP Yogyakarta: Ikhtiar Mengenalkan Kontibusi Sawit untuk Ketahanan Pangan dan Energi

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA – Upaya mengenalkan manfaat dan peran sawit dalam mendukung ketahanan pangan dan energi terus digencarkan melalui berbagai kegiatan. Kali ini, upaya tersebut dilakukan oleh Politeknik LPP Yogyakarta yang dikemas dengan berbagai kegiatan dalam 2nd Expouse 2025, yang diselenggarakan, pada 29 September–4 Oktober 2025, di Auditorium LPP Agro Nusantara Yogyakarta.

Pada pelaksanaannya, kegiatan yang diadakan selama enam hari ini bertujuan tidak hanya untuk mempromosikan kebaikan sawit melalui UMKM. Melainkan memberikan manfaat pengetahuan tentang peran sawit dalam mendukung ketahanan pangan dan energi serta memperkenalkan produk UMKM.

Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, Ir. Muhamad Mustangin, S.T, M.Eng., menyampaikan bahwa kegiatan ini (2nd Expouse 2025) diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus geliat pegiat UMKM terhadap produk berbahan sawit dan turunannya.

"Politeknik LPP berkomitmen untuk terus dapat berpartisipasi dalam mendukung pertumbuhan UMKM melalui tri dharma Perguruan Tinggi. Tentu kami mengucapkan apresiasi kepada GAPKI sebagai sponsor pendukung yang telah banyak berkontribusi untuk perkembangan industri sawit di Indonesia," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono yang hadir secara virtual mengutakan dukungannya terhadap kegiatan 2nd Expouse 2025.

"GAPKI mendukung kegiatan ini (expouse) karena mendukung UMKM yang menggunakan produk turunan sawit. Selain itu kami juga mendukung program-program untuk hilirisasi sawit. Kegiatan ini diharapkan akan menimbulkan ekosistem yang baik antara UMKM dan para pelaku industri. Dengan hilirisasi yang inklusif, dapat memastikan bahwa kemakmuran dari sawit mengalir hingga ke lapisan terbawah ekonomi, menciptakan UMKM yang tangguh, lapangan kerja yang luas, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya.

"Produk utama kelapa sawit terus digenjot salah satu peluangnya adalah agar UMKM dapat terus bertumbuh. Berkembang menghasilkan produk berbahan sawit sehingga produk semakin bervariasi harapannya meningkatkan hasil penjualan yang pada akhirnya UMKM tetap dapat bertahan bahkan bertumbuh," imbuh Eddy.

Seperti diketahui, pemerintah saat ini menargetkan peningkatan kontribusi produk hilir untuk memperkuat ketahanan energi, pangan, dan bahan baku industri nasional. Keberhasilan target ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan kita memberdayakan UMKM sebagai mitra strategis.

"Kami memohon kepada pemerintah untuk memperkuat kebijakan insentif kemudian perizinan dan akses pendanaan bagi UMKM hilir sawit," pinta Eddy.

"Kami mengajak pelaku industri besar untuk memperluas kemitraan, berbagi teknologi, dan membuka akses pasar bagi UMKM, kami juga mengajak UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, berinovasi, dan memanfaatkan peluang digitalisasi," lanjutnya.

Dengan dukungan GAPKI pada 2nd Expouse 2025 membuktikan bentuk konkrit dalam mendukung peran sektor UMKM terhadap perekonomian di Indonesia.

Gelaran 2nd Expouse 2025 disambut antusias peserta. Salah satu peserta menyampaikan kegiatan dapat menambah pengetahuan tentang industri kelapa sawit, produk-produk berbahan sawit, termasuk peran GAPKI terhadap perkembangan sawit di Indonesia.

"Semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan UMKM terutan produk berbahan sawit," ucapnya.

Sebagai informasi, pembukaan gelaran 2nd Expouse 2025 turut dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY), Sosiawan Hary Kustanto; Gubernur DIY yang diwakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov DIY, Syam Arjayanti, pihak dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang diwakili Plt Kepala Divisi Penyaluran Dana Program Pangan dan Hilirisasi, Fajar Rokhman Yunandaru dan, Kepala KPPN Yogyakarta, Arvi Risnawati.

Artikel Terkait