• Senin, 2 November 2026
Berita Terbaru

Gandeng DJPb Sumut di SINARA Fest 2026, BPDP Dorong UMKM Sulap Limbah Sawit dan Kakao Jadi Produk Bernilai Jual

MEDAN, SAWIT INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Utara menggelar SINARA Fest 2026 di Gedung Keuangan Negara Kota Medan, Sumatera Utara, pada 22–23 Oktober 2026.

Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi sektor perkebunan dan perbendaharaan dalam semangat "Kemenkeu Satu". Agenda ini bertujuan untuk memperluas edukasi publik mengenai peran pengelolaan dana perkebunan sekaligus mendorong potensi nilai tambah produk UMKM berbasis komoditas kelapa sawit, kelapa, dan kakao.

Sumatera Utara dipilih sebagai pusat pelaksanaan lantaran memiliki kekayaan potensi perkebunan yang besar. Komoditas tersebut tidak hanya diproyeksikan sebagai bahan mentah, tetapi juga dipacu untuk diolah menjadi produk turunan kreatif bernilai jual tinggi.

Plh. Kepala Kanwil DJPb Sumatera Utara, Henry Rulinson Purba, menyambut baik sinergi antar-lembaga pemerintah dan pelaku usaha ini demi memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

“UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi masyarakat dan pencipta lapangan kerja. Potensi perkebunan Sumatera Utara yang besar perlu didukung dengan penguatan kapasitas UMKM, peningkatan nilai tambah produk, perluasan akses pasar, serta peningkatan literasi keuangan,” ujar Henry Rulinson Purba saat membuka acara.

Poin-poin utama workshop pengolahan limbah lidi sawit, tantangan UMKM, serta dukungan keberlanjutan dari BPDP meliputi:

Inovasi Workshop Pengolahan Limbah Lidi Sawit:

  • BPDP menggelar workshop praktis pembuatan kerajinan dari lidi sawit yang dipandu oleh Gunawan, pengrajin handicraft sekaligus pemilik Sanggar Bunga Matahari.

  • Pelatihan ini dirancang untuk mengubah lidi sawit yang selama ini kerap dianggap limbah tak terpakai menjadi barang kerajinan bernilai ekonomis tinggi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Mini Bazaar dan Penguatan Produk UMKM Perkebunan:

  • Ajang ini menghadirkan mini bazaar yang memberi panggung bagi UMKM perkebunan lokal untuk menjual dan mempromosikan produk-produk olahan turunan sawit, kelapa, dan kakao secara langsung kepada masyarakat.

Solusi BPDP Masalah UMKM Perkebunan:

  • Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Pangihutan Siagian, menjelaskan bahwa UMKM merupakan jembatan utama yang menghubungkan hasil perkebunan dengan kebutuhan pasar global.

  • Pangihutan menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi UMKM, mulai dari keterbatasan teknologi produksi, permodalan, pemenuhan standar perizinan, hingga pemasaran digital. BPDP berkomitmen hadir mendampingi pelaku usaha agar mampu mengelola bisnis secara terukur dan berkelanjutan.

Dorongan UMKM Naik Kelas:

  • BPDP mengimbau para pelaku UMKM untuk memanfaatkan SINARA Fest sebagai wadah membangun kemitraan, meningkatkan kemasan (packaging), serta memanfaatkan kanal pemasaran digital.

  • Menurut BPDP, tolok ukur UMKM naik kelas tidak hanya dihitung dari lonjakan omzet semata, melainkan dari peningkatan kualitas produk, perbaikan tata kelola usaha, dan kemampuan adaptasi bisnis.

Melalui rangkaian edukasi program prioritas BPDP—mulai dari riset, peremajaan kebun, hingga pengembangan SDM—SINARA Fest 2026 berhasil membuktikan bahwa kolaborasi antara kebijakan fiskal dan sektor agribisnis mampu menciptakan ekosistem UMKM perkebunan yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.

Sumber: bpdp.or.id

Artikel Terkait