• Jumat, 2 Oktober 2026
Profil Produk

FOSS Near Infrared Spectroscopy dari Indo Mat, Solusi Lengkap Industri Hulu dan Hilir Kelapa Sawit

Perkembangan dan kemajuan industri sawit di Indonesia terus mendapatkan dukungan dari pihak pelaku usaha supporting untuk memberikan solusi dan menjawab tantangan yang ada. Salah satunya, diberikan oleh PT. Indo Mat yang memiliki beragam instrumentasi untuk mendukung industri sawit yang menjadi andalan perekonomian nasional.

Untuk memberikan solusi dalam menghadapi tantangan yang dihadapi industri sawit, salah satunyaoil loss di pabrik dan control grading untuk pengecekan potensi rendemen pada buah (tandan buah segar/TBS). Kedua poin ini menjadi hal krusial di pabrik kelapa sawit (PKS)sehingga diperlukan alat yang bisa digunakan untuk control oil loss dan control grading yang mampu memberikan akurasi yang tepat.

Kontrol Losses Secara Cepat

Alat laboratorium FOSS NIRS DA 1650 diperkenalkan sejak 2011,digunakan untuk menganalisa losses minyak dan control grading sebelum proses masuk ke PKS.

Mohd Shukri, direktur utama dari PT. Indo Mat mengungkapkan proses kontrol oil loss dan juga kontrol grading untuk pengecekan potensi rendemen buah menjadi hal yang semakin krusial.

“Namun saat ini, kontrol tersebut sulit untuk dilakukan secara cepat dikarenakan metode konvensional di PKS memakan waktu analisa hingga 24 jam.Sehingga kita perlu alat yang bisa membuat sebuah terobosan,” ungkapnya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Majalah Sawit Indonesia.

“Untuk membantu dan memberikan solusi dalam upaya control oil loss dan control grading rendemen, kami memiliki alat (FOSS NIRS DA 1650) yang dapat menganalisa dengan cepat dan akurasi tinggi,” imbuh Mohd Shukri.

Dari informasi yang dihimpun redaksi Majalah Sawit Indonesia, alat laboratorium FOSS NIRS DA 1650 yang dipasarkan PT Indo Mat telah banyak digunakan oleh ratusan perusahaan Perkebunan sawit di Indonesia. Bahkan, grup besar seperti Sinarmas, PTPN, Musim Mas, Wilmar, BGA, Cargill, dan lainnya.

“Mengapa alat tersebut diminati perusahaan perkebunan (grup besar), karena semua model FOSS NIRS yang kami punya sudah dikalibrasikan sesuai dengan kegunaannya, sehingga alat dapat diaplikasikan dengan cepat,” jelas Mohd Shukri.

FOSS NIRS DA 1650 diperuntukan untuk Oil dan Moisture content pada sampel Oil losses seperti Press Fiber, Empty Bunch, Final Effluent, Nut, CPO & Palm Acid Oil (Miko). Selain itu juga untuk sampel di KCP seperti Palm Kernel, PK Expeller, dan CPKO

Keunggulan utama dari FOSS NIRS DA 1650 di antaranya waktu analisa kurang dari 1 menit, persiapan sampel yang minim dan tidak menggunakan bahan kimia (Hexane), online remote access, akses hasil analisa dan troubleshooting melalui IQX One networking software, ROI cepat, dan pre-calibrated. Dengan adanya FOSS NIRS DA 1650, kontrol losses di PKS menjadi lebih baik dan real time.

Cost Saving

Produk lain yang dipasarkan PT. Indo Mat untuk industri hilir yaitu FOSS NIRS DS2500L. Generasi ke-3 setelah seri M6500 dan XDS, alat ini telah digunakan diPalm Oil Refinery sejak tahun 2001 untuk analisis QC/QA, dan bertujuan untuk menghemat biaya, terutama pada analisa konvensional yang mahal.

“Pengguna FOSS NIRS model ini didominasi oleh Musim Mas, Wilmar, Apical, Minamas, Astra, KPN Group, dan lainnya,” kata Mohd Shukri.

Produk yang dapat dianalisa oleh FOSS NIRS DS 2500L antaranya CPO, RBDPO, Olein, & Stearin (FFA, IV, Moisture, DOBI, Karoten, PV, dan lainnya); PKO (FFA, IV, Moisture), serta Palm Acid Oil.

FOSS NIRS DS 2500L juga dapat menganalisa produk Biodiesel (Ester, methanol, mono, tri-glyceride, acidity).

FOSS NIRS DS 2500L juga memiliki kemampuan analisa, multiple parameter (FFA, IV, DOBI, dll.) dalam 1 analisa, banyaknya sampel yang dapat dianalisa per hari tidak terbatas, tidak menggunakan bahan kimia sehingga biaya analisis dapat diabaikan, ROI dapat dicapai dalam waktu 1-2 tahun, dan pre-calibrated, dengan hasil yang akurat.

Dibandingkan metode NIR, metode konvensional (misalkan pada metode titrasi IV) saat ini memiliki permasalahan seperti; larutan WIJS yang dapat menyebabkan luka bakar dan kerusakan paru-paru, waktu analisis yang relatif lebih lambat (30 menit hingga 1 jam), biaya analisis hingga Rp. 35.000,- per sampel untuk Iodine Value (IV), serta masalah pembuangan limbah.

Solusi berikutnya yaitu FOSS NIRS DS3. Alat laboratorium ini digunakan untuk menganalisa sampel perkebunan seperti daun, pupuk, dan tanah.

“FOSS NIRS DS3 menjawab permasalahan dimana pelaku industri membatasi analisa sampel karena mahalnya biaya analisa pihak ketiga. Dengan adanya FOSS NIRS DS 3 Analyzer, agronomis dapat leluasa melakukan Analisa pada kebun sawit, dengan frekuensi sampel yang lebih tinggi,” ungkap Mohd Shukri.

Seperti model lainnya, FOSS NIRS DS3 sudah dikalibrasi khusus untuk pada parameter macro & micro nutrient sampel-sampel Perkebunan, di antaranya pada Daun& Rachis, pupuk (NPK, Borate, Dolimite, CuSO4, Urea, MOP, Zincop, dan lainnya), dan tanah (Gambut & Mineral).

Dengan kemampuanan alisa yang cepat (1 menit), multiple parameter dalam sekali analisa, serta preparasi sampel yang minim, FOSS NIRS DS 3 Analyzer dapat mengatasi kelemahan metode konvensional di laboratorium seperti reagent & consumable yang mahal, besarnya investasi instrumen analisa lainnya di laboratorium, serta perlunya tenaga ahli untuk pengoperasian alat-alat analisa konvensional. Adanya FOSS NIRS DS3 Analyzer juga dapat membantu pelaku industri sawit yang tidak memiliki laboratorium analisa agri sendiri dan harus mengirim sampel kepihak ketiga, dimana permasalahan utama terletak pada waktu analisa yang lama serta besarnya biaya yang dikeluarkan.

Ketiga alat FOSS NIRS tersebut yang tampil perdana pada 2nd SIEXPO 2024 mengundang banyak perhatian dan respon yang positif dari pengunjung exhibition yang dilaksanakan 8-11 Agustus 2024 di SKA Co-Ex Pekanbaru. Banyak pengunjung yang terkesan, terutama kepada kemampuan instrumen FOSS NIRS dalam meningkatkan efisiensi analisa dan memudahkan pengontrolan proses baik di kebun maupun di pabrik. Diharapkan dengan tampilnya instrumen FOSS NIRS tersebut, PT Indo Mat dapat menjadi solusi analisa all-in-one untuk industri sawit dan berharap produk ini tersampaikan dengan baik kepada calon pelanggan.

Artikel Terkait