• Senin, 21 September 2026
Berita Terbaru

Field Trip Kebun: AKPY, BPDP dan Ditjenbun Ajak Peserta Pelatihan dari Sulteng Kunjungi Kebun Astra Agro

Palu, SAWIT INDONESIA – Setelah mendapat beragam materi saat pelatihan, peserta pelatihan petani sawit dari kabupaten Morowali dan Morowali Utara mengunjungi kebun yang dikelola perusahaan perkebunan sawit (Astra Agro Lestari Group) yang berlokasi di Kabupaten Pasang kayu, Sulawesi Barat, pada Sabtu (19 Juli 2025).

Kunjungan atau field trip ini merupakan rangkaian dari kegiatan pelatihan petani sawit program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) 2025, yang dilaksanakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), dengan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktoral Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian.

Wakil Direktur AKPY, Idum Satia Santi, S.P,M.P menyampaikan kegiatan field trip (kunjungan) kebun milik perusahaan menjadi kegiatan wajib yang diikuti peserta pelatihan petani sawit program SDM PKS.

“Kami ingin memperlihatkan praktik-praktik pengelolaan kebun sawit sesuai standar, Good Agriculture Practices yang telah dipraktikkan perusahaan perkebunan sawit. Tentu, sesuai dengan materi dan jenis pelatihan yang telah diikuti peserta,” ujarnya usai kunjungan kebun.

Dikatakan Idum, pihaknya tidak menginginkan peserta pelatihan hanya mendapatkan ilmu secara abstrak yang berdampak sulitnya mempraktikkan. Untuk itu, dalam kesempatan kunjungan peserta didampingi narasumber mendapatkan penjelasan tambahan dar ipihak perusahaan terkait dengan materi yang telah disampaikan di kelas selama pelatihan.

“Setelah mendapatkan materi dan kunjungan kekebun perusahaan harapannya peserta bisa mempraktikkan ilmu yang telah didapat selama pelatihan. Maka kunjungan kekebun perusahaan menjadi penting dilakukan,” katanya dengan lugas.

Saat kunjungan, peserta yang dibagi menjadi tiga kelompok masing-masing mendapat penjelasan dari pihak perusahaan. Penjelasan yang berkaitan dengan penguatan kelembagaan petani, sarana dan prasarana, pemetaan kebun hingga memahami standar Tandan Buah Segar (TBS) yang dikirim ke pabrik kelapa sawit.

Sementara, Community Development Area Manager (CDAM)PT Pasang kayu (Astra Agro Lestari Group), Agung Senoaji, menambahkan pelatihan dan studi banding yang diikuti petani dari Kabupaten Morowali dan Morowali Utara diharapkan bisa menjadi langkah konkret untuk mendorong adopsi teknologi, meningkatkan kualitas panen, serta memperluas jejaring kerja sama dengan akademisi dan pelaku industri.

"Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi petani untuk terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan mereka serta masyarakat di sekitarnya," katanya.

Menurut Agung, upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas petani sawit melalui pelatihan sejalan dengan visi dari perusahaan. Yaitu untuk mendorong para petani sawit agar mampu bersaing secara berkelanjutan melalui penerapan teknologi dan praktik terbaik.

“Peningkatan daya saing ini harus diiringi dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran sosial dan lingkungan dalam praktik budidaya sawit,” ujarnya.

"Kami ingin para petani tidak hanya mahir dalam teknis budidaya, tetapi juga memahami pentingnyai novasi, keberlanjutan, dan kolaborasi lintas sektor," pungkas Agung.

Artikel Terkait