Pengolahan limbah kelapa sawit merupakan zero waste atau tanpa menghasilkan limbah. Limbah cair ini kelapa sawit dapat dijadikan pupuk organik. Sedangkan limbah padat kelapa sawit seperti janjang kosong dan fibre merupakan bahan baku bagi pembangkit listrik. Tak hanya itu, batang kelapa sawit telah dikembangkan menjadi produk mebel dan furniture. Semestinya, hal-hal ini menjadi perhatian masyarakat dunia bahwa kelapa sawit ini adalah tanaman masa depan. Masa depan disini artinya, kebutuhan pangan dan energi dapat dipenuhi dari kelapa sawit.
Mesti diakui, pelaku bisnis kelapa sawit tidak lepas dari kesalahan sewaktu budidaya sawit dijalankan. Tetapi bukan berarti kelemahan ini menjustifikasi bahwasannya kelapa sawit itu buruk dan tidak patut ditanam. Harus disadari, pelaku usaha kelapa sawit sangat terbuka dengan perkembangan dan teknologi terbaru misalkan aspek lingkungan, budidaya dan pengolahan limbah. Artinya, sekarang ini industri kelapa sawit terus berbenah dan memperbaiki diri dari kesalahan dengan harapan produk yang dihasilkan akan membantu umat manusia.
Sajian Utama edisi ini mengulas berita mengenai pengendalian tikus di perkebunan sawit yang dapat dikombinasikan antara pengendalian hayati dan kimia. Tentu saja metode ini dapat dipilih sebagai upaya menghadapi serangan tikus. Di pasaran, banyak dijumpai produk pengendali tikus dengan bahan aktif generasi pertama dan kedua. Setiap produk memiliki keunggulan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Pembaca kami ingin mengucapkan Selamat Hari Idul Fitri bagi pembaca yang merayakannya. Sekaligus, mohon Redaksi Majalah Sawit Indonesia dibukakan pintu maaf apabila selama ini terdapat kesalahan yang kami lakukan. Tentu saja, redaksi berupaya memperbaiki diri dan menjadi lebih baik lagi. Selamat Membaca..






