• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

Program B50 Tembus 94 Persen SPBU, Pemerintah Gandeng Industri Otomotif Uji Ketahanan Kendaraan hingga 100 Ribu Kilometer

TANGERANG SELATAN, SAWIT INDONESIA — Program Biodiesel 50 persen (B50) yang resmi diluncurkan sejak 1 Juli 2026 terus menunjukkan progres signifikan. Hingga pertengahan September, distribusi B50 telah menjangkau 6.050 dari total 6.412 SPBU (sekitar 94%) di seluruh Indonesia. Pemerintah pun memperketat pengawasan teknis dan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan industri otomotif menjelang akhir masa transisi pada 30 September 2026.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama agar transisi energi ini berjalan mulus tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat.

"Kami membuka ruang diskusi seluas-luasnya bagi industri otomotif untuk menyampaikan keluhan apa pun di lapangan agar bisa segera ditindaklanjuti bersama," ujar Eniya dalam acara Sosialisasi Aspek Teknis Implementasi B50 Sektor Otomotif di Tangerang Selatan, Selasa (15/9/2026).

Dari sisi infrastruktur hilir, sebanyak 76 dari 104 terminal titik serah kini telah aktif menyalurkan B50. Sementara itu, 28 terminal sisanya masih berada dalam tahap akhir penyempurnaan transisi dari B40 menuju B50 menjelang batas akhir (deadline) relaksasi pada 30 September mendatang.

Perketat Spesifikasi dan Uji Ketahanan Mesin Dibandingkan dengan generasi sebelumnya (B40), pemerintah memberlakukan spesifikasi biodiesel yang jauh lebih ketat untuk B50. Langkah penguatan standar ini mencakup penurunan batas maksimum kandungan air serta peningkatan persyaratan stabilitas oksidasi demi menjamin kualitas bahan bakar tetap terjaga di tangki kendaraan.

Untuk memvalidasi keandalan mesin secara nyata, Kementerian ESDM juga menggandeng industri otomotif guna mengumpulkan data penggunaan B50 pada kendaraan harian hingga jarak tempuh 100.000 kilometer. Pemantauan berkala ini turut didukung oleh fasilitas pengujian dari LEMIGAS.

Ke depannya, pemerintah berkomitmen untuk terus transparan dengan mempublikasikan hasil uji teknis dan pedoman penanganan bahan bakar melalui situs resmi agar mudah diakses oleh masyarakat luas.

Melalui kombinasi penguatan mutu, pengawasan ketat, dan kolaborasi erat dengan pabrikan otomotif, program B50 diharapkan tidak hanya sukses menekan impor energi fosil lewat pasokan dalam negeri, tetapi juga memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam menggunakan kendaraan sehari-hari.

Sumber: idxchannel.com

Artikel Terkait