Jakarta, SAWIT INDONESIA – Deretan pengusaha Tanah Air diundang di Istana Kepresidenan Jakarta. Mereka mengikuti dialog antara Presiden Prabowo Subianto dan pendiri Microsoft sekaligus filantropi dunia, Bill Gates.
Dialog berlangsung di ruang oval, Istana Negara, Jakarta, Rabu, (7 Mei 2025). Pengusaha yang hadir dalam pertemuan antara lain pemilik CT Corp, Chairul Tanjung; pemilik PT Alamtri Resources Tbk. (ADRO), Garibaldi 'Boy' Thohir; pemilik Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo serta pemilik Barito Pacific Prajogo Pangestu.
Berikutnya adalah CEO CBI (Citra Borneo Indah) Group, Abdul Rasyid; Komisaris Indika Energy, Arsjad Rasjid; pemilik Artha Graha Group, Tomy Winata; pemilik Lippo Group, James Riady; petinggi Salim Group, Anthony Salim, pemilik Mayapada Group, Dato Sri Tahir; dan pemilik Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyah alias Haji Isam.
Diantara deretan pengusaha sawit yang hadir tadi terdapat dua juragan sawit dari Kalimantan mengikuti dialog. Yaitu pemilik Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam dan CEO CBI Group, Abdul Rasyid.
Seperti apa profil kedua pengusaha besar ini, berikut ulasannya:
Profil Haji Isam
Haji Isam dikenal sebagai salah satu konglomerat di Indonesia yang lahir pada 1 Januari 1977 di Bone, Sulawesi Selatan. Ia berasal dari keluarga sederhana. Di masa mudanya, Haji Isam bekerja sebagai tukang ojek dan sopir pengangkut kayu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kesuksesannya dimulai saat ia mendapat peluang di dunia pertambangan batu bara melalui seorang pengusaha Tionghoa dari Surabaya. Dari sinilah ia mulai membangun kariernya hingga mendirikan PT Jhonlin Baratama. Perusahaan ini kemudian berkembang pesat menjadi salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia.
Saat ini, Jhonlin Group, yang ia dirikan, menjadi konglomerasi dengan berbagai lini bisnis. Selain pertambangan batu bara, grup ini juga mencakup bisnis jasa pelabuhan, bongkar-muat di laut lepas, pengolahan karet, minyak sawit, hingga persewaan jet pribadi.
Haji Isam juga aktif dalam sektor energi terbarukan. Salah satu anak usahanya, PT Jhonlin Agro Raya, yang bergerak di bidang biodiesel, diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2021.
Pada 2023, dia akan menggabungkan dua perusahaan sawit miliknya PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dengan PT Jhonlin Agro Lestari (JAL).
Manajemen JARR menyatakan merger kedua perusahaan akan mendorong adanya integrasi dan optimalisasi yang lebih baik dari rantai pasok. Dari sisi JARR, penggabungan usaha dapat menggabungkan logistik, jaringan distribusi, dan kemampuan produksi, serta dapat menyederhanakan proses, mengurangi biaya transportasi, dan mencapai efisiensi rantai pasok yang lebih baik.
Dari sisi JAL, penggabungan usaha dapat memberikan nilai tambah atas Tandan Buah Segar (TBS) yang dihasilkan saat ini menjadi CPO pada saat Penggabungan Usaha, dikarenakan JAL tidak memiliki Pabrik PKS.
Selain sukses di dunia bisnis, Haji Isam juga dikenal sebagai filantropis yang aktif. Ia secara rutin memberangkatkan ribuan orang untuk menjalankan ibadah umrah dan haji, serta mendirikan Haji Isam Foundation yang fokus pada program zakat, infak, sedekah, wakaf, dan kegiatan sosial lainnya.
Dalam konteks nasional, Haji Isam terlibat dalam proyek strategis seperti pengembangan lahan pertanian seluas 1 juta hektare di Merauke, Papua Selatan, yang dipercayakan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto
Profil Abdul Rasyid dan usahanya
H. Abdul Rasyid AS adalah pendiri dan pemilik PT Citra Borneo Indah (CBI Group), sebuah konglomerat yang berbasis di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. CBI Group didirikan pada 6 Mei 1999 dan telah berkembang menjadi grup usaha besar yang bergerak di berbagai sektor, termasuk perkebunan kelapa sawit, hilirisasi industri kelapa sawit, kawasan industri dan pembangkit tenaga listrik, perkapalan, properti dan konstruksi, media massa, perbankan, serta peternakan.
Abdul Rasyid dikenal luas sebagai pengusaha kelapa sawit dan produk turunannya asal Kalimantan Tengah, hadir sebagai representasi kekuatan ekonomi daerah yang mampu bersaing di kancah nasional dan internasional. Melalui dua perusahaan yang telah melantai di bursa, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dan PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT).
Selain aktivitas bisnisnya, H. Abdul Rasyid juga dikenal sebagai filantropis melalui Abdul Rasyid Foundation (ARF), yang aktif dalam kegiatan sosial seperti distribusi zakat dan bantuan kemanusiaan. Pada April 2023, beliau dan istrinya, Hj. Nuriyah, menyalurkan zakat berupa 500.000 kg beras dan 100.000 liter minyak goreng kepada masyarakat di Kalimantan Tengah . Bantuan serupa juga diberikan kepada juru parkir di Kotawaringin Barat melalui kerja sama dengan Dinas Perhubungan setempat.
Menurut Forbes, pada tahun 2018, Abdul Rasyid memiliki kekayaan bersih sebesar 0 juta, menjadikannya salah satu dari 50 orang terkaya di Indonesia














