• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Dr. Sri Gunawan: Melalui Pelatihan Petani Sawit Diharapkan Naik Kelas

Palangka Raya, SAWIT INDONESIA - Tanya jawab dengan perwakilan peserta yang dilakukan Direktur AKPY STIPER, Dr. Sri Gunawan, SP, MP, IPU di acara penutupan kegiatan pelatihan petani sawit, pada Sabtu (8 Juni 2024), di Palangka Raya. Hal tersebut, dilakukan untuk mengetahui pemahaman para peserta pada materi yang telah diterima selama pelatihan.

"Kami ingin mengetahui seberapa besar para peserta dapat menangkap materi yang diberikan selama pelatihan. Di setiap pelatihan yang kami selenggarakan, ini bagian dari evaluasi atau penilaian pada peserta," ujar Dr. Sri Gunawan, saat ditemui di Palangka Raya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan tanya jawab disesuaikan dengan perwakilan peserta masing-masing kelas pelatihan. Dari kelas Teknik Budidaya Tanaman Kelapa Sawit, Panen & Pascapanen, Sarana & Prasarana, dan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit.

"Hampir semua pertanyaan yang kami ajukan bisa terjawab dengan baik. Artinya, peserta dapat memahami dan menangkap materi yang telah diterima selama pelatihan," kata Dr Sri Gunawan.

"Sebab, dalam pelaksanaan kami menghadirkan instruktur profesional di bidangnya untuk menyampaikan materi di masing-masing kelas. Instruktur terdiri dari akademisi dan praktisi kebun, yang sudah terbiasa mentransfer knowledge," imbuhnya.

Melalui pelatihan petani sawit program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Ditjen Perkebunan yang diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), menginginkan Petani Sawit Naik Kelas.

Kegiatan pelatihan yang diikuti 165 peserta terdiri dari; petani sawit, penyuluh dan pendamping pertanian dari Kabupaten Pulang Pisau dan Kotawaringin Timur, dengan modul Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Sawit, Budidaya Tanaman Sawit, Panen & Pascapanen dan Sarana & Prasarana, sudah cukup untuk membekali petani sawit dalam mengelola kebunnya.

"Dari peserta yang telah mengikuti pelatihan bisa membagikan ilmunya ke petani sawit lainnya. Jadi, petani sawit bisa mengelola kebunnya dengan baik sesuai dengan standar Good Agriculture Practices (GAP) serta berwawasan luas dan kesejahteraan meningkat. Inilah yang kami sebut Petani Sawit Naik Kelas.

Ditambahkan Sri Gunawan, kami juga menaruh harapan bagi 30 peserta (penyuluh) dengan kelas Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit.

"Agar bisa mendampingi pekebun untuk mengelola kebun lebih baik. Terutama yang berkaitan dengan pemetaan, para pekebun dilatih untuk membuat peta kebun sebab pemetaan menjadi kebutuhan mendasar bagi pelaku usaha perkebunan," terangnya.

"Harapannya petani sawit di Indonesia khususnya para petani sawit yang telah mengikuti pelatihan dengan berbagai modul wawasan pengelolaan kebun sawitnya lebih luas," pungkas Direktur AKPY STIPER.

Artikel Terkait