Jakarta, SAWIT INDONESIA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada hari ini, Kamis (14/3), melantik dan mengambil sumpah Eniya Listiani Dewi sebagai Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukkan dan Konservasi Energi (EBTKE). Selain mengingatkan untuk amanah, Menteri Arifin juga meminta Dirjen EBTKE untuk mengawal transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE).
"Saya perlu terus ingatkan, bahwa jabatan adalah amanah dan kepercayaan pimpinan. Untuk itu, setiap pejabat harus mampu mengemban amanah dan menjaga kepercayaan yang diberikan pimpinan dengan menunjukan kinerja yang baik," kata Arifin usai melantik 12 Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian ESDM.
Kepada Direktur Jenderal EBTKE yang baru dilantik dan jajarannya yang baru saja dilakukan proses rotasi, Menteri Arifin berharap untuk terus mengembangkan transisi energi menuju Net Zero Emission.
"Kepada Dirjen EBTKE yang baru dilantik, saya harap dapat terus melakukan pengembangan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE), kita ketahui bersama hal ini dilatarbelakangi oleh Komitmen Internasional Pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca dengan kontribusi energi sebesar 358 juta ton CO2e pada 2030,"ujar Arifin.
Arifin juga meminta Dirjen EBTKE untuk memastikan agar pendanaan melalui APBN, non APBN dan lainnya dapat digunakan untuk membiayai proyek-proyek prioritas dengan bunga rendah seperti pembangunan transmisi dan proyek pembangkit listrik energi terbarukan guna mendukung pengembangan industri dan segera untuk menyelesaikan RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan.
Sebagai informasi Dirjen EBTKE Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi sebelumnya merupakan Peneliti Ahli Utama di Badan Riset dan Inovasi Nasional. Wanita kelahiran 14 Juni 1974 ini merupakan salah satu ilmuwan wanita Indonesia yang meraih gelar Pendidikan S1-S3 dari Waseda University (Universitas Waseda) di Jepang.
Prof. Eniya Listiani meraih penghargaan Habibie Award dari The Habibie Center, pada 30 November 2010 sebagai peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Eniya merupakan penerima Habibie Award atau Anugerah Habibie termuda sepanjang sejarah Habibie Award.














