Jakarta, SAWIT INDONESIA - Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Dr. Rino Afrino, ST, MM, C.APO, menerima penghargaan Anugerah Sahabat Pers Indonesia dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dalam Konvensi Nasional yang digelar di Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Rino menyoroti besarnya peran kelapa sawit dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. APKASINDO, kata Rino, kini hadir di 164 kabupaten di 25 provinsi, dari Aceh hingga Papua.
“Pertumbuhan ekonomi dari Aceh sampai Papua tidak lepas dari peran sawit. Di wilayah yang memiliki perkebunan sawit, geliat ekonominya lebih terasa,” ujarnya.
Data 2023 menunjukkan besarnya kontribusi industri sawit terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tahun lalu, sektor ini menyumbang Rp88 triliun, terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp50,2 triliun, PNBP Rp32,4 triliun, serta bea keluar senilai Rp6,1 triliun.
Rino juga mengutip pernyataan Wakil Presiden RI saat itu, KH Ma’ruf Amin, yang menyebut sawit sebagai anugerah Allah SWT bagi Indonesia. “Tidak semua negara bisa menanam sawit dengan hasil produktif. Karena itu, sudah seharusnya kita menjaga dan mengembangkannya,” kata Rino.
Menurutnya, peran sawit tak hanya sebatas pangan, tetapi juga kebutuhan sehari-hari dan energi. “Sawit ada dalam sabun, produk kecantikan seperti lipstik, hingga energi terbarukan seperti biodiesel, sustainable aviation fuel (SAF), dan bensin sawit (bensa),” jelasnya.
Rino berharap SMSI dapat terus menyuarakan fakta-fakta mengenai pentingnya sawit. Ia menegaskan, jika industri sawit di Indonesia mati, jutaan petani akan kehilangan mata pencaharian. “Petani membeli lahan sendiri, pupuk sendiri, dan hasilnya untuk keluarga serta negara lewat pajak ekspor. Jika sawit hilang, pendapatan negara pun berkurang signifikan,” tutupnya.






