Ungaran, SAWIT INDONESIA - Direktur Tanaman Pangan dan Aneka Palma - Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Baginda Siagian, menyambut positif kegiatan Orientasi Kenal Kampus dan Kenal Kebun (OKKABUN) bagi mahasiswa baru INSTIPER Yogyakarta. Sebagai upaya mengenalkan bidang yang akan ditapaki selama menjalankan perkuliahan sebagai bekal untuk terjun di dunia kerja.
Hal tersebut disampaikan saat menyampaikan sambutan di acara OKKABUN 2025, di SEAT KP2 Ungaran, Jawa Tengah, pada Senin (8 September 2025).
Dikatakan Baginda, INSTIPER Yogyakarta merupakan lembaga pendidikan tinggi vokasi yang komplit. Memiliki cara yang baik dalam hal membekali dan mengembangan mahasiswa menjadi SDM salah satunya untuk mendukung sektor perkelapasawitan.
"Kami sangat mendukung proses pembelajaran yang ada di INSTIPER, ada intra dan ekstrakurikuler serta co-kurikuler sebagai bekal mahasiswa untuk terjun di dunia kerja (dunia usaha dan dunia industri). Selain itu, kalian nantinya tidak hanya memiliki ijazah melainkan akan dilengkapi dengan sertifikat kompetensi. Inilah yang nantinya membedakan dengan lulusan Sarjana dari kampus-kampus lain," katanya.
Di tahun ini, rangkaian kegiatan OKKABUN diikuti oleh 840 mahasiswa mengikuti rangkaian orientasi di kampus dan di kebun (SEAT KP2 - UNGARAN), sejak 29 Agustus – 8 September 2025). Di antaranya, 150 mahasiswa jenjang Sarjana (S1) penerima Beasiswa SDM Sawit dari Ditjen Perkebunan dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Pada pelaksanaannya, rangkaian kegiatan OKKABUN yang dilaksanakan di SEAT KP2 Ungaran, yaitu untuk mengenalkan mahasiswa baru dengan berbagai tanaman komoditas perkebunan dan kehutanan yang ada di SEAT KP2 Ungaran. Mulai komoditas perkebunan yaitu kelapa sawit, kopi, karet, kakao, teh. Serta, komoditas kehutanan seperti jati, jabon, dan sengon, dan juga dikenalkan komoditas hortikultura. Melalui OKKABUN mahasiswa belajar dengan teknik kinestetik yaitu melalui pengalaman langsung untuk mendapatkan pengetahuan awal yang selanjutnya akan mempelajari secara teoritis di kampus.
Hal tersebut akan memudahkan mahasiswa baru untuk memahami bagaimana bentuk pohonnya, bagaimana cara budidayanya, apa yang akan dipanen dari komoditas tersebut. Dengan demikian mahasiswa menjadi siap menerima informasi lebih dalam dan berdiskusi selama pembelajaran.
Selanjutnya, Baginda menyampaikan pihaknya bersama BPDP akan terus mengupayakan keberlanjutan program Beasiswa SDM Sawit di masa-masa mendatang untuk keberlanjutan sawit Indonesia.
"Mengingat kelapa sawit sebagai Komoditas yang mampu menghasilkan devisa negara terbesar di sektor pertanian sub perkebunan. Untuk itu, SDM harus terus ditingkatkan supaya sektor kelapa sawit keberlanjutan. Siapa pelaku industri ini yaitu di antaranya kalian (anak anak muda) yang saat ini belajar di INSTIPER Yogyakarta," ucapnya.
"Proses regenerasi ini sudah terjadi, salah satunya dengan program Beasiswa SDM Sawit, 15-20 tahun ke depan Indonesia Emas untuk sektor kelapa sawit ada di tangan kalian. Semua itu, perlu SDM yang berintegritas, memiliki karakter supaya perkelapasawitan Indonesia tetap dipertahankan dan berkelanjutan," pungkasnya.
Apalagi dengan adanya program Beasiswa SDM Sawit sehingga SDM perkelapasawitan di Indonesia bisa lebih baik. Salah satunya dapat meningkatkan produktivitas dari 3,3 ton menjadi 5-6 ton CPO/ha/th.














