• Jumat, 9 Oktober 2026
Berita Terbaru

Didanai BPDPKS, AKPY-Stiper Latih 89 Petani Sawit Kabupaten Pulang Pisau

Palangka Raya, SAWIT INDONESIA - Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-Stiper) di tahun ini kembali memberikan pelatihan pada petani sawit swadaya. Kali ini, petani sawit swadaya pelatihan diikuti oleh petani sawit dari Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Sebagai informasi, pelatihan ini diadakan dari 22 – 26 Juni 2023, dan diikuti oleh 89 peserta, yang dibagi menjadi tiga kelas, dengan pelatihan berbeda yaitu pelatihan teknis budidaya tanaman kelapa sawit, pelatihan panen dan pasca panen, serta pengelolaan sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit. Dan, pelatihan ini terselenggara karena dukungan dari Ditjen Perkebunan dan didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Wakil Direktur AKPY-Stiper, Dr. (cand) Idum Satia Santi, S.P, M.P menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dari pelatihan yang diikuti petani sawit adalah memberikan pengertian dan pemahaman tentang budidaya tanaman kelapa sawit berkelanjutan, dan meningkatkan keterampilan dan kemandirian serta kewirausahaan agar mampu berdaya saing.

“Program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit meliputi tiga pelatihan yaitu pelatihan teknis budidaya tanaman kelapa sawit yang diikuti 29 peserta, pelatihan panen dan pasca panen yang diikuti 30 peserta, pelatihan pengelolaan sarana dan prasarana diikuti 30 peserta. Di akhir pelatihan (26 Juni 2023), ada kunjungan ke perkebunan swasta (PT BGA) untuk studi banding,” ujarnya, saat memberikan sambutan, pada Jum’at (23 Juni 2023), di salah satu hotel ternama di Palangka Raya.

Dari informasi yang didapat redaksi sawitindonesia.com, terkait dengan pelatihan diantaranya untuk menjawab berbagai permasalahan yang kadang dihadapi petani. Mulai dari perawatan lahan, pembibitan, pemeliharaan, penggunaan pupuk dan pemilihan pupuk. Serta adanya serangan hama pengganggu tanaman. Bahkan adanya perubahan iklim yang akan mempengaruhi budidaya tanaman kelapa sawit, hingga panen serta sarana dan prasarana yang diperlukan.

Selain itu, minimnya penerapan teknologi tepat guna yang digunakan petani sawit rakyat juga menjadi tantangan yang harus dijawab oleh petani sawit. “Untuk itu, kami Saya berharap generasi muda sudah mulai melirik dan terjun untuk mengelola tanaman kelapa sawit agar perkelapasawitan lebih berdaya,” lanjut Dr.(cand) Idum.

Dan, diperlukan intensifikasi dan harus beradaptasi dengan perubahan alam. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan pemahaman teknis budidaya tanaman dari hulu hingga hilir.mulai dari persiapan lahan hingga panen maupun sarana dan prasarana. Dengan demikian kebun kelapa sawit yang dikelola petani bisa berkelanjutan, terutama kebun sawit milik petani yang ada di Kabupaten Pulang Pisau,” tambahnya dengan lugas.

Pihaknya juga berharap agar setelah pelatihan bisa menjadi agen perubahan, dapat menyebarkan ilmu yang sudah didapat baik pada saudaranya, sesama petani, tetangga, penyuluh petani, atau kelompok petani lainnya.

“Sehingga kebun yang dikelola akan lebih baik serta meningkat produktivitasnya. Apa yang disampaikan di pelatihan ini dapat menambah wawasan dan ilmu untuk perkelapasawitan Indonesia,” pungkas Dr.(Cand) Idum.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Tanaman Perkebunan Ditjen Perkebunan, Hendratmojo Bagus Hudoro mengutarakan pelatihan pengembangan SDM Perkebunan kelapa sawit merupakan upaya dari pemerintah untuk meningkatkan dan mengembangkan kelapa sawit yang nantinya bisa berkelanjutan.

“Seperti diketahui, bahwa luas lahan kelapa sawit mencapai 16,38 juta ha, 6,94 juta kebun rakyat, dan ada 2,8 juta ha berpotensi diremajakan. Maka untuk mewujudkan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan seluruh aspek yang berkaitan dengan kelapa sawit harus menjadi perhatikan penuh,” ucapnya, secara virtual.

“Oleh karena itu, melalui kegiatan pelatihan yang didanai BPDPKS untuk dapat meningkatkan pengetahuan keterampilan khususnya bagi para pekebun dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekebun dan keluarganya,” tambah Bagus.

Pelatihan petani sawit yang diadakan AKPY-Stiper, dan didukung Ditjen Perkebunan serta didanai BPDPKS, mendapat sambutan baik dari pihak pemerintah daerah Kabupaten Pasang Pisau. Dalam hal ini disampaikan oleh Staff Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Bupati Pulang Pisau, Reliasi.

Pihaknya menyambut baik pelatihan petani sawit yang melibatkan peserta (petani sawit) dari Kabupaten Pasang Pisau. Yang tujuannya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit milik petani yang ada di Kabupaten Pulang Pisau. “Kami merasa bersyukur karena diadakan dan melibatkan petani sawit swadaya yang diikuti oleh 89 peserta,” katanya, mewakili Pujirustay Bupati Kabupaten Pulang Pisau yang berhalangan hadir.

Lebih lanjut, ia menambahkan seperti diketahui permasalahan yang dihadapi petani sawit adalah kecakapan SDM petani sawit yang masihperlu ditingkatkan karena seringkali praktik budidaya yang dilakukan hanya sebatas apa yang dilihat saja.

“Jadi, pengetahuan itu didapat dari rutinitas pekerjaan saja. Namun, saat ini di tengah perkembangan teknologijika kreatif banyak media pembelajaran yang bisa didapat melalui media sosial. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan dapat membantu petani dalam mengatasi beberapa persoalan. dan sedikit demi sedikit bisa bersaing dengan kebun sawit yang dikelola perusahaan,” lanjut Reliasi.

Pihaknya juga berharap kepada peserta agar memanfaatkan waktu pelatihan sebaik-baiknya, untuk menjaring dan menyerap pengetahuan yang diberikan oleh narasumber. “Jangan ragu untuk bertanya manfaatkan waktu yang ada dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta kemandirian petani sawit,” pesan Reliasi.

Artikel Terkait