• Sabtu, 3 Oktober 2026
Berita Terbaru

Membuat Pupuk Organik Itu Mudah Dan Gampang. Ikutilah Pelatihan Pupuk Organik, Program Dari BPDP – Ditjenbun – BPI

Pekerjaan akan terasa berat jika belum ada ilmunya.

Pekerjaan jadi mudah dilakukan jika sudah ada pengalamannya.

SAWIT INDONESIA - Peserta pelatihan pembuatan dan aplikasi pupuk organik, pada awalnya terlihat ragu dan bimbang, mau apa kita dipelatihan ini? Perasaan ini dikalahkan dengan rasa ingin tahu yang tinggi dari peserta, yang memantapkan langkahnya untuk memasuki ruangan pelatihan. Peserta disambut oleh wali kelas (praktisi pemegang kelas), panitia kelas dan pendamping dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Kabupaten Indragiri Hilir.

Peserta mengikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik, bagian program pengembangan sumberdaya manusia perkebunan dari BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan), Ditjenbun (Direktorat Jenderal Perkebunan) dan diselenggarakan oleh BPI (Best Planter Indonesia), pada tanggal 14 – 17 Juli 2026 di Hotel New Hollywood, kota Pekanbaru.

Sebelum memulai pelatihan, peserta dipetakan kemampuan awalnya melalui pre-test berupa pertanyaan esai sebanyak 10 soal. Hasil pemetaan awal, beberapa nomor pertanyaan tidak diisi oleh peserta karena belum tahu ilmunya. Lebih lanjut, selama pelatihan BPI dengan slogannya 100% Best Practices, mengisi kelas dengan kombinasi materi prsentasi dan praktek langsung. Secara bergantian peserta diminta maju kedepan untuk mencoba dan melakukan tahapan demi tahapan pembuatan pupuk organik, baik pupuk organik padat (POP) maupun pupuk organik cair (POC).

Pelatihan dengan sistem presentasi hanya melatih ranah kognitif peserta, sedangkan praktek maju kedepan kelas melatih ranah kognitif (pemikiran), ranah afektif (perasaan) dan ranah psikomotorik (gerakan) dari peserta, sehingga hasil atau outputnya menjadi jauh lebih baik. Peserta pelatihan tidak hanya dididik dan dilatih untuk membuat pupuk organik, tapi juga diberikan pedoman untuk mengamati perkembangan dari pupuk organik yang sedang dibuat. Aspek yang diamati bisa berupa perubahan suhu, perubahan pada bahan baku, perubahan aroma dan indikator lainnya.

Pada hari ke-1 dan hari ke-2, peserta fokus pada pembuatan pupuk organik. Hari ke-3 dilakukan kunjungan lapang, dan hari ke-4 fokus pada pengamatan perkembangan dari pupuk organik yang telah dibuat sebelumnya. Memang waktu pengamatan ini kurang ideal, dimana waktu pengamatan idealnya pada hari ke-6 atau ke-7 selelah pupuk organik dibuat, yaitu sudah ada perubahan signifikan pada pupuk organik. Minimal pada hari ke-4, perubahan sudah terlihat pada pupuk organik.

Setelah melihat, mendengarkan dan mempraktekkan pembuatan pupuk organik, satu kesan yang muncul dari peserta pelatihan adalah “ternyata begitu caranya “. Membuat pupuk organik ternyata mudah dan gampang setelah paham ilmunya. Tahapan kerjanya sudah diketahui, formulasi perbandingan bahan bakunya sudah dicatat, indikator keberhasilan atau kegagalan pembuatan pupuk organik sudah diamati, tinggal keberanian untuk mencoba sepulangnya pelatihan.

Slogan yang digaungkan BPI selama pelatihan ini adalah “Buat Pupuk Organik... Coba Saja Dulu”.
Selamat mencoba, maju terus pantang mundur.

Artikel Terkait