Palembang, SAWIT INDONESIA –Pemerintah provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengapresiasi pelatihan petani sawit yang diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) – Ditjen Perkebunan (Ditjenbun).
Sebagai informasi, di tahun ini AKPY kembali sebagai penyelenggara pelatihan petani sawit dalam skema program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) dari BPDP – Ditjen Perkebunan.
Di batch pertama, pelatihan yang diselenggarakan AKPY di Sumsel mencakup dua pelatihan yaitu Teknis Budidaya Kelapa Sawit dan Manajemen & Administrasi Keuangan. Diikuti sejumlah 144 orang, terdiridari 60 orang dari Kabupaten Muara Enim dan 84 dari Kabupaten Musi Rawas Utara.
Kepala Dinas Perkebunan, Provinsi Sumsel, Ir. Agus Darwa, M.Si, mengatakan pihaknya menyambut baik program kegiatan (pelatihan petani sawit) dari pemerintah pusat yang melibatkan petani sawit dari Sumatera Selatan, yang diselenggarakan AKPY.
“Ini menunjukkan kehadiran Negara dalam rangka mengembangkan sektor sawit yang bermanfaat dan berkelanjutan,” ujarnya, saat ditemui usai menghadiri kegiatan pelatihan petani sawit, di Palembang, pada Kamis (8 Mei 2025).
Dikatakan Agus, di Sumatera Selatan (Sumsel), ada tujuh kabupaten yang menjadi sentra sawit. Perkebunan sawit di Sumsel, masuk urutan nasional ke-5. Sedangkan masuk urutan ke-3 di Sumatera, sebagai penghasil sawit.
“Dari total luasan lahan perkebunan sawit yang ada di 7 kabupaten di Sumsel, tidak sedikit lahan yang dikelola petani. Maka, untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit petani diperlukan peningkatan kompetensi SDM-nya salah satunya melalui kegiatan (pelatihan petani sawit). Yang saat ini sedang berlangsung diikuti peserta (petani sawit) dari dua kabupaten yaitu Muara Enim dan Musi Rawas Utara,” katanya.
“Maka, kami berpesan dan berharap kepada seluruh peserta, agar kesempatan yang baik ini (pelatihan petani sawit), digunakan dengan baik-baiknya. Peserta tidak tahu (ilmu) di pelatihan ini, melainkan setelah selesai pelatihan bisa mempraktikkan di kebun dan kelembagaan masing-masing sesuai dengan ilmu yang telah didapat selama pelatihan,” tambah Agus.
Ditambahkan sesi ice breaking
Dalam pelaksanaan pelatihan, AKPY menghadirkan pemateri atau narasumber dari praktisi kebun dan akademisi yang expert di bidangnya. Bahkan, menambahkan sesi penyegaran (ice breaking) yang disampaikan langsung oleh tim outbond professional (Ilalang Adventure).
Direktur AKPY, Dr. Sri Gunawan, SP, MP, mengutarakan sebagai penyelenggara pelatihan petani sawit yang telah dipercaya BPDP – Ditjen Perkebunan, pihaknya selalu memberikan ‘pelayanan’ yang terbaik.
“Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, selain memberikan materi sesuai dengan kebutuhan petani dan disampaikan oleh pemateri yang ahli di bidangnya. Kami pun menambahkan sesi penyegaran (ice breaking), di sela-sela sesi materi. Tujuannya apa? Supaya peserta tidak jenuh selama mendengarkan penjelasan dari masing-masing pemateri,” ujarnya.
“Kami menyadari para peserta bisa berkegiatan di kebun (lapangan), maka ketiga berkegiatan di ruangan yang berpendingin (ber-AC) menjadieffort (tantangan). Untuk itu, agar para peserta (para petani) bisa menerima materi dengan baik dan tetap fokus, kami menambahkan sesi penyegaran (ice breaking),” imbuh Dr. Sri Gunawan, saat ditemui di lokasi kegiatan.
“Dari pengalaman pelaksanaan pelatihan di tahun-tahun sebelumnya, sesi penyegaran cukup efektif untuk menjaga konsentrasi dan kejenuhan para peserta, karena tidak tegang saat mendengarkan penjelasan dari pemateri,” pungkasnya.














