• Jumat, 2 Oktober 2026
Sajian Utama

Dedikasi Sosial dan Lingkungan Tun DR. Rahmat Shah Dinobatkan dalam Ajang Sawit Indonesia Award 2024

Majalah Sawit Indonesia menganugerahkan penghargaan Sawit Indonesia Award 2024 kepada Tun DR. Rahmat Shah Dewan Pembina GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) untuk kategori Lifetime Achievement. Penghargaan ini diserahkan Dirjen Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika kepada Rahmat Shah di Jakarta, Kamis (12 Desember 2024).

“Kami mengapresiasi penghargaan yang diserahkan Majalah Sawit Indonesia ini sebagai upaya memperkuat kinerja kami di sektor sawit,” ujar Tun Rahmat Shah.

Menurutnya, Sawit Indonesia Award ini melengkapi jumlah penghargaan yang diterimanya mencapai 1.600 penghargaan. ”Seluruh penghargaan ini kami simpan rapi dalam satu tempat khusus sekaligus bagian dari dokumentasi data,” ujar Rahmat Shah.

Ketua Pelaksana Sawit Indonesia Award 2024, Qayuum Amri mengatakan bahwa Tun Rahmat Shah sebagai peraih penghargaan Lifetime Achievement telah melalui serangkaian proses penilaian dari aspek informasi, komunikasi, dan dedikasi/komitmen. Selain itu, penghargaan Sawit Indonesia Award juga dilakukan melalui survei pembaca.

Dijelaskan Qayuum bahwa Tun Rahmat Shah juga berkontribusi bagi pengembangan industri sawit berkelanjutan di Sumatera Utara hal ini dibuktikan dengan perhatiannya terhadap kegiatan sosial dan konservasionis.

Dalam sebuah forum, Tun Rahmat Shah yang juga menjabat Ketua Umum Lembaga Konservasi Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) itu menjelaskan bahwa lembaga konservasi menjadi benteng terakhir penyelamatan satwa langka endemik Indonesia.

“Banyak hal yang kami lakukan, ada sekitar 4.912 jenis hewan yang dirawat dan dilestarikan,” ujar Rahmat.

Tun Dr. H. Rahmat Shah merupakan Tokoh Nasional dari Sumut yang mendunia karena kiprahnya terhadap kemanusiaan, sosial, pendidikan, lingkungan hingga konservasi satwa dan fauna. Beliau lahir di DesaPerdagangan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Tun Dr. H. Rahmat Shah melaksanakan syukuran dan sekaligus mempererat hubungan silaturahmi dengan Forkopimda Sumut dan kota Medan serta masyarakat. Kegiatan tersebut terlaksana dengan penuh keakraban dan persaudaraan.

Sebagai informasi, Tun DR H Rahmat Shah merupakan pendiri Rahmat International Wildlife Museum & Gallery. Diketahui, museum Rahmat Gallery pertama kali diresmikan Prof Dr Juwono Sudarsono MA pada 14 Mei 1991. Pembangunan barunya, termasuk seluruh fasilitas yang ada sekarang ini diresmikan Presiden RI DR H susilo Bambang Yudhoyono pada 13 Nopember 2007.

Museum in imenampilkan koleksi yang menakjubkan dari berbagai binatang liar yang dilestarikan, yang berasal dari berbagai tempat di seluruh dunia. Museum ini terkenal sebagai galeri satwa liar pertama di Asia Tenggara. Di dalamnya, pengunjung dapat menemukan lebih dari 2000 hewan, baik besar maupun kecil, yang diatur sesuai dengan habitat asli mereka. Salah satu koleksi yang menonjol di museum ini adalah The African Big Five, yang terdiri dari Bull, Elephant, Cheetah, White Rhino, dan Lion. Selain itu, museum ini juga memiliki koleksi Cats of the World yang menampilkan berbagai jenis kucing dari seluruh dunia. Koleksi museum diperoleh dari perburuan legal atau binatang yang mati di kebunbinatang, pemberian teman maupun pembelian secara legal dari berbagai negara. Jumlah koleksi di museum ini sekitar 500 satwa.

Artikel Terkait