Industri kelapa sawit kerap dipersepsikan sebagai sektor yang maskulin: keras, teknis, dan didominasi laki-laki. Namun, di tengah lanskap tersebut, nama Debby Pane tampil sebagai pengecualian yang menonjol. Direktur Herfinta Grup ini baru saja meraih penghargaan The Best Woman CEO in Palm Oil Industry dalam ajang Sawit Indonesia Award 2025, sebuah pengakuan atas kepemimpinan dan kinerja korporasi yang dijalankannya secara konsisten dan berkelanjutan.
Bagi Debby, posisi perempuan di industri sawit bukanlah hambatan, melainkan tantangan profesional yang harus dikelola dengan pendekatan sistematis. Ia menyadari bahwa mayoritas tenaga kerja sawit, mulai dari pemanen di kebun hingga operator pabrik didominasi laki-laki. Karena itu, kepemimpinan yang dijalankannya bertumpu pada dua prinsip utama: kepatuhan dan ketegasan.
“Fondasi perusahaan harus dibangun dengan kerangka kerja yang jelas,” ujarnya, Selasa (29 Januari 2026). Prinsip tersebut diwujudkan melalui penerapan visi dan misi perusahaan, perjanjian kerja bersama, standar operasional prosedur (SOP), hingga uraian tugas yang terstruktur bagi setiap posisi. Dengan sistem tersebut, setiap individu memiliki kejelasan peran, tanggung jawab, dan batas kewenangan serta standar kepatuhan yang harus dijalankan.
Dalam praktiknya, Debby juga menekankan pentingnya perencanaan strategis tahunan yang dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Target perusahaan dijabarkan secara berjenjang, mulai dari level korporasi hingga individu. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala, baik secara year to date maupun year on year. Ketika terjadi deviasi, manajemen dituntut untuk segera mengambil langkah korektif.
“Target tidak untuk ditawar, tetapi strategi dan pendekatan bisa disesuaikan agar target tetap tercapai secara optimal,” tegasnya.
Penghargaan sebagai Apresiasi Kolektif
Menyandang gelar The Best Woman CEO in Palm Oil Industry, Debby menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah pencapaian personal semata. Ia memaknainya sebagai bentuk apresiasi atas kerja kolektif seluruh tim, mulai dari manajemen, karyawan kebun dan pabrik, hingga seluruh pihak yang terlibat dalam operasional perusahaan.
“Tanpa kerja sama dan komitmen bersama, kinerja perusahaan tidak mungkin berkelanjutan,” katanya.
Lebih jauh, Debby melihat penghargaan ini sebagai sinyal positif bahwa industri sawit Indonesia semakin bergerak menuju tata kelola yang profesional dan inklusif. Kontribusi perempuan dinilai secara objektif, berbasis kinerja, integritas, dan tanggung jawab bukan sekadar latar belakang gender.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Majalah Sawit Indonesia sebagai penyelenggara, yang dinilainya telah menjalankan proses penilaian secara profesional dan independen. Harapannya, penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi semakin banyak talenta perempuan Indonesia untuk mengambil peran strategis di industri sawit.
Alih-alih berpuas diri, penghargaan justru menjadi pengingat bagi Debby bahwa tanggung jawab ke depan semakin besar. Fokusnya bukan hanya mempertahankan capaian, tetapi memastikan perusahaan terus beradaptasi dengan dinamika industri, perubahan regulasi, serta tuntutan pasar global.
“Keberhasilan perusahaan harus memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi bisnis, tetapi juga bagi karyawan, masyarakat sekitar, dan lingkungan,” ujarnya.
Komitmen tersebut tercermin dalam pengelolaan PT Herfinta Farm and Plantation, yang menjadikan aspek keberlanjutan sebagai bagian integral dari strategi bisnis. Sejak 2019, perusahaan telah mengantongi dan mempertahankan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), sebagai bukti kepatuhan terhadap regulasi dan praktik usaha berkelanjutan.
Dalam operasional kebun dan pabrik, Herfinta menerapkan Best Management Practices (BMP) untuk memastikan produktivitas berjalan seiring dengan efisiensi sumber daya, pengendalian dampak lingkungan, serta peningkatan standar keselamatan dan kesehatan kerja. Pendekatan ini menempatkan keberlanjutan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan budaya kerja yang terintegrasi.
Aspek sosial juga menjadi pilar penting dalam keberlanjutan perusahaan. Melalui Djalaluddin Pane Foundation (DPF) yang didirikan oleh pendiri perusahaan, Herfinta Grup menjalankan berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dukungan di bidang pendidikan. Aktivitas sosial tersebut dirancang secara terstruktur dan berkelanjutan, sejalan dengan visi perusahaan untuk tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat sekitar wilayah operasional.
Di tengah tantangan industri sawit global, kepemimpinan Debby Pane menunjukkan bahwa ketegasan, sistem yang kuat, dan komitmen keberlanjutan dapat berjalan seiring. Penghargaan yang diraihnya bukan hanya menandai keberhasilan individu, tetapi juga mencerminkan wajah industri sawit Indonesia yang semakin inklusif dan berorientasi pada masa depan














