Jakarta, SAWIT INDONESIA — Membangun budaya literasi di sekolah tidak cukup hanya mengajak siswa membaca dan menulis. Di SDN 02 Marunda Pagi, Jakarta Utara, kegiatan literasi justru melibatkan seluruh komunitas sekolah, mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan hingga orang tua.
Semangat tersebut terlihat dalam Gebyar Literasi yang kembali digelar Apical melalui unit operasionalnya, PT Asianagro Agungjaya (AAJ), pada 27 Agustus 2026. Program yang telah berjalan sejak 2024 ini menjadi ruang bagi warga sekolah untuk membaca, menulis, bercerita sekaligus menuangkan kreativitas.
Keterlibatan lintas generasi menjadi salah satu kekuatan kegiatan tersebut. Siswa kelas 1 mengikuti lomba bercerita, sedangkan siswa kelas 2 hingga kelas 6 berkompetisi melalui lomba menulis cerita digital. Tidak berhenti pada siswa, kompetisi menulis cerita digital juga dibuka bagi guru, tenaga kependidikan, serta orang tua dan wali siswa.
Literasi tidak ditempatkan semata sebagai aktivitas pembelajaran siswa, tetapi menjadi kegiatan bersama yang mempertemukan berbagai unsur di lingkungan sekolah.
CSR Manager Apical, Sugiantoro, mengatakan kemampuan membaca, menulis dan menuangkan gagasan semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital.
“Meningkatkan minat baca merupakan salah satu hal penting di era digitalisasi untuk menjaga ruang bagi kebebasan berpikir dan berkarya,” ujar Sugiantoro dalam keterangan resmi yang dikutip pada Senin (1 September 2026).
Menurut dia, Gebyar Literasi diharapkan dapat menjadi ruang bagi siswa, guru maupun orang tua untuk terus mengembangkan kemampuan dan kreativitas melalui aktivitas membaca serta menulis.
Program ini merupakan bagian dari Community Development Apical di Marunda yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan sejak 2024. SDN 02 Marunda Pagi dipilih karena berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Melalui keberlanjutan program tersebut, Apical berupaya membangun kolaborasi dengan sekolah dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, khususnya dalam mendukung pengembangan pendidikan.
Dukungan Apical tahun ini juga tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan kompetisi. Perusahaan memberikan satu unit mesin laminasi beserta kertas pendukung kepada SDN 02 Marunda Pagi.
Bantuan tersebut melanjutkan dukungan fasilitas pada pelaksanaan program sebelumnya, termasuk perlengkapan sekolah dan fasilitas pojok baca. Dengan dukungan tersebut, aktivitas literasi diharapkan dapat terus berlangsung dan memberikan manfaat setelah kegiatan Gebyar Literasi selesai.
Pihak SDN 02 Marunda Pagi menyambut positif keberlanjutan program tersebut. Gebyar Literasi dinilai tidak hanya memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas, tetapi juga membuka ruang bagi guru, tenaga kependidikan serta orang tua untuk terlibat langsung dalam aktivitas literasi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengawas Sekolah Dasar Agustina dan Kepala Satuan Pelaksana Pendidikan Kecamatan Cilincing Sahri. Kehadiran pemangku kepentingan setempat memperkuat kolaborasi antara perusahaan, sekolah dan lingkungan masyarakat dalam mendukung pendidikan di Marunda.
Pada pelaksanaan tahun ini, penghargaan diberikan kepada pemenang dari delapan kategori. Kategori tersebut mencakup siswa kelas 1 hingga kelas 6, guru dan tenaga kependidikan, serta orang tua atau wali siswa.
Beragam cerita lahir dari kompetisi tersebut. Para peserta mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari persahabatan, keluarga dan kehidupan sekolah hingga pengalaman personal yang mereka alami.
Bagi Apical, keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan. Dukungan terhadap pendidikan tidak hanya diberikan dalam bentuk fasilitas, tetapi juga melalui kegiatan yang mendorong warga sekolah untuk aktif berpartisipasi, berkarya dan mengembangkan kreativitas.
Program Gebyar Literasi di SDN 02 Marunda Pagi direncanakan kembali dilanjutkan pada 2027. Keberlanjutan tersebut menjadi bagian dari komitmen Apical untuk terus membangun kolaborasi dan tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.














