• Senin, 21 September 2026
Berita Terbaru

Dampak Positif Kehadiran PT RAS Anak Usaha Astra Agro Dirasakan Masyarakat

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Lokasi Desa Era merupakan desa paling utara di Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Desa ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Poso yang berada di sekitar kawasan perkebunan kelapa sawit Grup Astra Agro, yakni PT Rimbunan Alam Sentosa (RAS).

Dampak positif kehadiran perusahaan perkebunan ini (Trickle down effect) sangat dirasakan masyarakat. Hal ini sesuai dengan harapan pemerintah daerah, ketika ada investor (red-pelaku usaha) menanamkan modalnya dapat membuka peluang (lapangan kerja) masyarakat mendapatkan penghasilan dan sehingga perekonomian tumbuh.

Kepala Desa Era, Ferdinan Moenggo menyampaikan pihaknya merasa sangat bersyukur atas kehadiran perusahaan (PT RAS) yang telah banyak berkontribusi untuk kemajuan desa.

“Mulai dari pembukaan dan perbaikan infrastruktur jalan, hingga kefasilitas umum yang ada di desa, hampir semuanya dibantu oleh PT RAS,” ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi sawitindonesia.com, pada Kamis (28 November 2024).

“Memang betul dampaknya terasa di sini, kontribusi perusahaan sawit PT RAS ini bagi desa sangat nyata,” ungkap Ferdinan.

Hal yang sama juga diungkapkan Sekretaris Desa (Sekdes) Era, Patris Bintalemba. Perbandingan desa tempat tinggalnya antara dulu dan sekarang sangat jauh berbeda.

“Dahulu, sekitar awal tahun 2000-an Desa Era masih sulit tersentuh dari luar, terisolasi. Kalau mau keluar dari desa, warga harus berjalan kaki karena kendaraan belum bisa melintas. Butuh waktu seharian penuh. Alat mobilitas masih berupa gerobak sapi,” kenang Patris.

“Tahun 2009 baru dimulai, akses jalan sudah terbuka dan lowongan pekerjaan di PT RAS juga mengutamakan warga sekitar,” ungkap ayah dua anak itu.

Ia pun mengaku sangat bersyukur, karena PT RAS perusahaan perkebunan kelapa sawit group Astra Agro Lestari (AALI) mau datang berinvestasi dan beroperasi di desanya setelah mendapat undangan dari pemerintah daerah Morowali pada waktu itu.

“Bahkan, tak menampik jika pada awalnya ada warga masyarakat yang curiga dan khawatir dengan kehadiran perusahaan. Penolakan-penolakan kecil dari sebagian warga terjadi karena mereka masih belum memiliki pandangan yang jauh,” jelas Patris.

Tetapi keraguan warga perlahan-lahan sirna. Setelah PT RAS mulai berjalan, akhirnya mereka memahami kehadiran dan dampak positif perusahaan. “Jadi, karena awal-awal belum terlihat kontribusinya. Sekarang baru bisa kita lihat dan rasakan kehadiran perusahaan PT RAS ini membawa kemajuan untuk desa,” kata Patris.

“Indonesia memang merdeka tahun 1945, tapi kami baru menikmatinya tahun 2008-2009 saat PT RAS masuk,” pungkas Patris dengan bangga.

Artikel Terkait